BALIKPAPAN — Paradise Indonesia memulai pembangunan proyek terbarunya, Plaza 88, di atas lahan seluas 8 hektare yang berlokasi di Jalan Ruhui Rahayu. Kawasan usaha yang berada tepat di seberang Dome Balikpapan ini mengusung konsep kepadatan rendah untuk mendukung sirkulasi udara dan ruang terbuka hijau.
CEO Paradise Indonesia, Anthony P Susilo, mengungkapkan bahwa minat investasi di Balikpapan sangat tinggi. Hal ini terbukti dari 49 unit rumah toko (ruko) tahap awal yang langsung ludes terjual saat seremoni peresmian berlangsung.
“Minat masyarakat Balikpapan untuk investasi dan pengembangan usaha memang sangat tinggi,” kata Anthony di sela acara peluncuran.
Dana sebesar Rp500 miliar dikucurkan sebagai investasi awal untuk menciptakan pusat bisnis yang lapang. Pengembang merancang area ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan sebagai wadah interaksi bagi berbagai komunitas lokal.
Kawasan Plaza 88 akan dikembangkan secara bertahap dengan fasilitas penunjang gaya hidup yang beragam. Selain pertokoan, rencananya akan dibangun hotel bintang empat serta fasilitas pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) untuk mendukung kegiatan bisnis.
Fasilitas lain yang disiapkan mencakup ruang kerja bersama (co-working space), pusat kuliner, taman hijau, hingga arena olahraga. Pada tahap selanjutnya, pengembang juga berencana melakukan pengembangan kawasan tempat tinggal di lokasi yang sama.
Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta, Andri Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya akan selektif dalam memilih penyewa (tenant). Target pasar utama kawasan ini adalah kalangan profesional muda, keluarga, komunitas kreatif, hingga wisatawan bisnis.
Langkah ini diambil agar Plaza 88 bisa menjadi representasi kemajuan usaha di daerah. Apalagi, posisi Balikpapan kini semakin strategis sebagai pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami juga berharap 88 Plaza menjadi simbol pertumbuhan usaha di kota penyangga Ibu Kota Nusantara,” ujar Andri.