BALIKPAPAN — Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat di kalangan internal kepolisian. Ia menyebut gaya hidup modern yang kurang gerak dan pola makan tidak teratur menjadi pemicu utama obesitas yang mengancam produktivitas personel.
“Kegiatan ini adalah investasi jangka panjang. Personel yang sehat akan lebih optimal dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kapolda saat membuka seminar di hadapan Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo dan para pejabat utama Polda Kaltim.
Seminar menghadirkan dr. Emy Pramita Utami yang menyampaikan materi tentang gizi dan pola hidup sehat. Sementara dr. Perhentian Aruslit Ginting membahas secara spesifik mengenai kesehatan jantung serta risiko penyakit tidak menular yang kerap dipicu oleh obesitas.
Materi yang disajikan tidak hanya bersifat teoritis. Para peserta juga mendapat panduan praktis mengenai asupan gizi seimbang dan jenis olahraga yang cocok untuk pegawai dengan mobilitas tinggi.
Obesitas kerap dianggap sepele namun dampaknya serius, mulai dari tekanan darah tinggi hingga gagal jantung. Di lingkungan kerja kepolisian yang menuntut kesiapan fisik prima, kondisi ini bisa menghambat kinerja operasional.
Kapolda berharap seminar ini menjadi momentum perubahan kebiasaan. Ia meminta setiap satuan kerja mulai menerapkan program olahraga rutin dan pengaturan pola makan di lingkungan masing-masing.
Polda Kaltim berencana memperketat jadwal pemeriksaan kesehatan berkala bagi personel, terutama yang masuk kategori berat badan berlebih. Langkah ini untuk mendeteksi dini potensi penyakit kardiovaskular yang bisa berakibat fatal.
Kegiatan yang digelar di Gedung Mahakam Polda Kaltim ini merupakan bagian dari program pembinaan personel yang berkelanjutan. Tidak hanya anggota Polri, pegawai ASN di lingkungan Polda Kaltim juga diwajibkan mengikuti program serupa ke depannya.