Kemenkes dan Yayasan Khouw Kalbe Buka Beasiswa SEHAT 2026 untuk Mahasiswi Poltekkes, Bantuan Pendidikan Capai Rp 10 Juta per Semester

Penulis: Okta Nugraha  •  Senin, 01 Juni 2026 | 16:22:01 WIB
Kemenkes dan Yayasan Khouw Kalbe membuka Beasiswa SEHAT 2026 untuk mahasiswi Poltekkes dengan bantuan pendidikan hingga Rp 10 juta per semester.

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Yayasan Khouw Kalbe resmi membuka pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026, program beasiswa yang menyasar mahasiswi aktif di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes di seluruh Indonesia. Program ini memberikan bantuan finansial maksimal Rp 10 juta per semester, mencakup biaya UKT, SKS, praktik, hingga uji kompetensi.

Beasiswa SEHAT—kependekan dari Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan—dirancang untuk memperkuat transformasi sumber daya manusia kesehatan, khususnya di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Penerima beasiswa tidak hanya mendapat dana pendidikan, tetapi juga pelatihan pengembangan kapasitas dan mentoring dari Yayasan Khouw Kalbe, serta akses ke jejaring nasional dan internasional.

Manfaat dan Besaran Bantuan yang Ditawarkan

Selain bantuan utama Rp 10 juta per semester, program ini memberikan tambahan khusus bagi mahasiswa jenjang diploma. Mereka yang berada di tahun akhir masa studi berhak mendapatkan bantuan biaya penelitian sebesar Rp 3 juta, diberikan satu kali selama masa studi. Sementara itu, penerima jenjang profesi memperoleh dana penunjang kapasitas Rp 1,2 juta per semester.

Peserta juga akan masuk ke dalam ekosistem pembelajaran Yayasan Khouw Kalbe. Khusus untuk jenjang profesi, mereka berkesempatan menjadi mentor dan menginisiasi proyek sosial di komunitas.

Siapa Saja yang Bisa Mendaftar?

Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswi dari sepuluh program studi kesehatan di Poltekkes Kemenkes. Di antaranya Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Dietetika, Farmasi, Sanitasi Lingkungan, Teknik Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan, Fisioterapi, serta Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi. Program studi tersebut tersedia untuk jenjang diploma (D3/D4) dan profesi, sesuai ketentuan masing-masing.

Syarat Pendaftaran: Usia, IPK, hingga Esai Tulis Tangan

Pendaftar harus Warga Negara Indonesia perempuan dan belum menikah. Untuk jenjang diploma D3/D4, usia minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun. Sementara jenjang profesi maksimal 27 tahun. Peserta juga harus berstatus mahasiswi aktif Poltekkes Kemenkes dengan ketentuan semester tertentu: jenjang D3/D4 di semester 1, D4 lanjutan di semester 3, dan profesi di semester 1.

Persyaratan akademik cukup ketat. Nilai rapor SLTA minimal 80 per semester bagi pendaftar diploma semester 1. Pendaftar D4 semester 3 wajib memiliki IPK minimal 3,30, sedangkan jenjang profesi minimal 3,75. Selain itu, peserta harus aktif dalam organisasi atau kegiatan kemasyarakatan, tidak sedang menerima beasiswa lain dengan komponen serupa, dan bersedia menjadi YKK Ambassador.

Setiap pendaftar wajib membuat esai refleksi diri tulisan tangan sebanyak 250–450 kata. Khusus jenjang profesi, peserta harus mengunggah video berdurasi 60 detik di Instagram atau TikTok yang menjelaskan alasan pengabdian di wilayah DTPK.

Jadwal Seleksi: Pendaftaran hingga Pengumuman Akhir

Pendaftaran dibuka pada 8 hingga 30 Juni 2026. Setelah itu, seleksi administrasi berlangsung dari 1 hingga 27 Juli 2026, dengan pengumuman hasil administrasi pada 28 Juli 2026. Tahapan berikutnya adalah tes penulisan esai online pada 1 Agustus 2026, dilanjutkan tes wawancara online yang berlangsung dari 21 Agustus hingga 14 September 2026. Pengumuman akhir dijadwalkan pada 16 September 2026, dan registrasi ulang serta orientasi berlangsung pada September hingga Oktober 2026.

Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui panduan resmi program dan sosialisasi online yang akan digelar pada 2 hingga 5 Juni 2026. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman SIBK Kemenkes dengan mengisi formulir dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top