Rupiah Tembus Rp 17.864 di Awal Sesi, Simak Kurs Jual-Beli Dollar di BCA, Mandiri, dan BNI

Penulis: Taufik Rahman  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 11:17:01 WIB
Rupiah melemah ke Rp 17.864 per dollar AS pada awal perdagangan hari ini.

KALIMANTAN TIMUR — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data pasar, depresiasi mata uang Garuda terjadi seiring dengan masih kuatnya indeks dolar AS di pasar global. Kondisi ini membuat pelaku pasar, terutama importir dan perusahaan dengan kewajiban dollar, perlu mencermati selisih kurs antar bank.

Perbandingan Kurs Dollar di BCA, Mandiri, dan BNI per 2 Juni 2026

Setiap bank memiliki dua kategori kurs utama: e-Rate untuk transaksi digital (e-banking/mobile banking) dan TT Counter untuk transaksi teller atau nominal besar. Berikut rincian kurs yang berlaku pagi ini:

Bank Central Asia (BCA) mematok kurs jual e-Rate di Rp 17.898 per dollar AS dan kurs beli di Rp 17.878. Sementara itu, untuk transaksi tunai atau melalui teller (TT Counter), BCA memasang harga jual lebih tinggi di Rp 17.940 dan harga beli di Rp 17.690.

Bank Mandiri (BMRI) menawarkan special rate untuk transaksi di atas 25.000 dollar AS. Kurs jual special rate tercatat Rp 17.895 dan kurs beli Rp 17.865. Adapun untuk transaksi reguler melalui TT Counter, Mandiri mematok kurs jual Rp 17.940 dan kurs beli Rp 17.640.

Bank Negara Indonesia (BNI) memasang kurs jual TT Counter dan bank notes di Rp 17.940 per dollar AS. Sementara kurs beli untuk kategori yang sama berada di level Rp 17.625 per dollar AS.

Fakta Singkat Pergerakan Rupiah Hari Ini

  • Pelemahan rupiah mencapai 0,33% ke Rp 17.864 per dollar AS pada pukul 09.38 WIB.
  • IHSG justru bergerak berlawanan arah dengan menguat ke posisi 6.217.
  • Spread (selisih) kurs jual-beli terendah ada di BCA melalui e-Rate, hanya Rp 20 per dollar.
  • Spread tertinggi tercatat di BNI untuk transaksi bank notes, mencapai Rp 315 per dollar.

Kurs e-Rate vs TT Counter: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Bagi nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi mobile banking, e-Rate biasanya menawarkan spread lebih tipis dibandingkan TT Counter. Di BCA misalnya, selisih jual-beli e-Rate hanya Rp 20, sementara di TT Counter mencapai Rp 250. Sebaliknya, untuk transaksi tunai dalam jumlah besar, nasabah bisa memanfaatkan special rate Mandiri yang memberikan harga lebih kompetitif ketimbang kurs standar.

Perlu dicatat, kurs yang dikenakan adalah kurs pada tanggal efektif transaksi dan dapat berubah selama proses transaksi. Untuk transaksi valas di atas nilai tertentu, bank mewajibkan penyampaian dokumen underlying sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Apa Arti Pelemahan Rupiah bagi Investor dan Bisnis?

Pelemahan rupiah ke level Rp 17.864 memberikan sinyal bahwa tekanan eksternal masih dominan. Bagi emiten yang memiliki utang dalam dollar AS, beban bunga dan pokok utang akan membengkak jika dikonversi ke rupiah. Sebaliknya, perusahaan eksportir seperti sektor komoditas dan manufaktur berpotensi menikmati pendapatan lebih tinggi saat mencairkan dollar ke rupiah.

Investor pasar modal juga perlu waspada. Meski IHSG menguat pagi ini, pelemahan rupiah yang berkepanjangan bisa memicu aksi jual asing di pasar saham dan obligasi. Arus modal asing (capital outflow) kerap menjadi pemicu koreksi indeks dalam jangka pendek.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top