Harga TBS Sawit di Paser Tembus Rp3.000 per Kilogram, Petani Kembali Bergairah

Penulis: Okta Nugraha  •  Senin, 15 Juni 2026 | 12:03:31 WIB
Harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Paser naik mencapai Rp3.000 per kilogram pada Juni 2026.

PASER — Petani kelapa sawit di Kabupaten Paser kini bisa bernapas lega. Setelah berbulan-bulan diterpa fluktuasi harga, harga tandan buah segar (TBS) akhirnya kembali menembus level psikologis Rp3.000 per kilogram pada Juni 2026.

Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono, mengonfirmasi kenaikan ini berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan. Pengecekan dilakukan di sejumlah perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Kuaro, seperti PT BWS, HSS, dan CBSS.

“Alhamdulillah ini harga sawit kami kan tim pemantau ke lapangan. Sudah melaksanakan pemantauan dua hari terakhir ke wilayah Kecamatan Kuaro, ke PT BWS, HSS, sama CBSS. Alhamdulillah di atas Rp3.000,” ujar Djoko.

Harga di PTPN Masih di Bawah Rp3.000

Meski kabar ini menggembirakan, tidak semua pabrik kelapa sawit (PKS) menerapkan harga yang sama. Disbunak mencatat, harga pembelian TBS di PTPN masih berada di bawah angka tersebut, tepatnya di kisaran Rp2.900 per kilogram.

“Nah, di PTPN ini yang memang harganya belum menyentuh angka Rp3.000. Ya biasalah tidak semudah seperti perusahaan swasta. Mereka pada posisi Rp2.900,” kata Djoko.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan harga ke depan, terutama di perusahaan milik negara tersebut.

Harga di Loading Ramp Lebih Rendah Rp300

Disbunak Paser juga mengingatkan bahwa harga Rp3.000 per kilogram yang mencuat saat ini berlaku di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS), bukan di loading ramp. Djoko menerangkan, harga di loading ramp biasanya lebih rendah sekitar Rp300 per kilogram.

Selisih harga ini dipengaruhi oleh biaya operasional dan distribusi yang harus ditanggung oleh pengelola loading ramp. Petani yang menjual hasil panennya langsung ke pabrik pun dipastikan mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Harapan Petani: Harga Terus Naik

Fluktuasi harga TBS sawit dalam beberapa bulan terakhir sempat membuat petani di Paser cemas. Kini, dengan kembalinya harga ke level Rp3.000, Disbunak berharap tren positif ini terus berlanjut.

“Ya kalau bisa Rp3.000 lebih lah. Biar petani kita juga sejahtera kan,” ujar Djoko.

Disbunak Paser berkomitmen untuk terus mengawasi perkembangan pasar sawit secara berkala. Langkah ini dilakukan agar petani dapat merasakan manfaat dari penguatan harga komoditas unggulan daerah tersebut secara berkelanjutan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltimedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top