SANGATTA — Rencana pembangunan Lapas baru di Kutai Timur (Kutim) mendapat lampu hijau dari pemerintah daerah. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan dukungannya setelah menerima audiensi jajaran Lapas Kelas IIA Bontang, Senin (13/7/2026).
Pemkab telah menyiapkan langkah awal, termasuk lokasi pembangunan yang berada di kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi, sekitar Masjid Agung Al-Faruq Sangatta. Ardiansyah menyebut rencana itu sebelumnya telah melalui kajian dan penyesuaian terkait kebutuhan serta lokasi.
"Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar rencana tersebut dapat direalisasikan," ujar Ardiansyah.
Plt Kalapas Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur, mengungkapkan bahwa Lapas di wilayahnya semakin padat dan tidak lagi efisien. Pembangunan fasilitas baru di Kutim dinilai menjadi solusi untuk mengurangi beban tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dan memohon izin kepada Kepala Kantor Wilayah untuk menindaklanjuti persoalan lahan ini," kata Huzaifah.
Menurut Huzaifah, jarak antara Sangatta dan Bontang dinilai tidak lagi efisien bagi aparat penegak hukum (APH) yang melakukan mobilitas pengiriman tahanan. Baik yang masih menjalani proses persidangan maupun yang telah mendapatkan vonis berkekuatan hukum tetap.
"Keberadaan Lapas baru ini sangat kita butuhkan. Utamanya agar warga binaan yang berasal dari Kutai Timur bisa ditempatkan di fasilitas yang lebih dekat, sehingga prosesnya jauh lebih efektif," tutur Bupati Ardiansyah.
Selain mempercepat proses hukum, keberadaan lapas baru juga diharapkan memudahkan warga binaan asal Kutim dalam menjalani pembinaan. Huzaifah menyebut pembinaan keterampilan yang terukur bisa diberikan, mulai dari sektor pertanian hingga industri kreatif.
"Sebagai bekal mandiri saat mereka kembali ke masyarakat," pungkasnya.