PHK 3.200 Karyawan Xbox, Bethesda Buka Peta Jalan: Fallout 5, Remaster Fallout 3, hingga Game Baru Obsidian

Penulis: Okta Nugraha  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:16:31 WIB
Microsoft merestrukturisasi divisi Xbox dengan rencana PHK terhadap 3.200 karyawan.
Xbox. Di tengah restrukturisasi, Bethesda justru merilis peta jalan waralaba mereka, termasuk Fallout 5 yang resmi memasuki tahap pra-produksi. ISI:

KALIMANTAN TIMUR — Microsoft tengah merombak divisi Xbox secara besar-besaran. Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.200 karyawan diumumkan, dengan fokus perusahaan yang kini diarahkan ke properti paling bernilai tinggi. Di tengah guncangan ini, Bethesda Game Studios memberikan sedikit angin segar bagi para penggemar.

Daftar Game Fallout yang Sedang Dikerjakan

Bethesda mengonfirmasi beberapa proyek besar dalam waralaba Fallout. Fallout 5 resmi masuk tahap pra-produksi. Selain itu, remaster Fallout 3 dan Fallout: New Vegas juga sedang dalam pengerjaan. Lebih menarik lagi, Obsidian Entertainment—pengembang asli New Vegas—dikonfirmasi tengah menggarap game Fallout baru. Sebuah laporan menyebut proyek ini berjalan setelah Xbox membatalkan sekuel Avowed dan proyek Obsidian lainnya.

Bagi penggemar setia Fallout 76, Bethesda masih memberikan dukungan penuh. Mereka menjanjikan ekspansi besar tahun depan yang berperan sebagai prekuel Fallout 3. Langkah ini kemungkinan besar untuk menyambut perilisan versi remaster-nya. Sementara itu, Fallout Shelter juga akan mendapat musim-musim baru, bahkan sebuah acara TV tanpa naskah (unscripted) berdasarkan game mobile tersebut sedang dalam tahap produksi.

The Elder Scrolls VI Jadi Prioritas Utama Bethesda

Meskipun banyak proyek berjalan, The Elder Scrolls VI tetap menjadi fokus utama Bethesda. "Mayoritas tim kami saat ini sedang mengerjakan babak berikutnya dari waralaba ini," tulis Bethesda dalam pernyataannya. Mereka mengakui bahwa meskipun Skyrim telah terjual lebih dari 65 juta kopi dan masih dimainkan 15 tahun setelah rilis, para penggemar sudah menunggu lama untuk sekuelnya.

Ekspektasi waktu rilis The Elder Scrolls VI masih panjang. Mantan kepala Xbox Phil Spencer pada 2023 mengatakan game tersebut masih "berjarak lima tahun atau lebih." Dengan kata lain, gamer kemungkinan besar baru bisa memainkannya paling cepat tahun 2028.

Nasib Starfield dan PHK di ZeniMax

Bethesda menegaskan tidak akan meninggalkan Starfield. Game ini dianggap sebagai "bagian penting dari masa depan kami." Rencananya, mereka akan merilis "cerita-cerita baru, peningkatan gameplay yang ditargetkan, dan pembaruan tambahan" sambil mempersiapkan konten Starborn baru tahun depan.

Todd Howard, produser eksekutif Bethesda, kepada Bloomberg mengaku lebih suka tidak membahas proyek sampai hampir siap rilis. Namun, ia memahami kebutuhan untuk berkomunikasi lebih banyak dengan penggemar. "Kami sadar harus mencari cara untuk mengatakan sedikit lebih banyak agar penggemar mengerti apa yang kami lakukan dan mengapa, sambil tetap melindungi momen ketika Anda benar-benar melihat game dan menekan tombol play," ujar Howard.

Di balik pengumuman positif ini, PHK massal tetap terjadi. Bethesda sendiri telah memberhentikan puluhan pekerja. Dampak paling parah dirasakan ZeniMax Online Studios di Maryland, yang kehilangan 213 karyawan. Kini studio tersebut hanya memiliki 186 staf—sekitar 40 persen dari jumlah karyawan awal tahun 2025. ZeniMax Online akan terus menggarap The Elder Scrolls Online sambil berkolaborasi dengan Bethesda di proyek Elder Scrolls lainnya.

Secara keseluruhan, Xbox telah memangkas 1.600 pekerjaan pada awal Juli dan berencana memangkas 1.600 lagi tahun depan. Serikat pekerja game di AS dan Kanada menuduh Microsoft melakukan praktik perburuhan yang tidak adil, seperti perundingan dengan itikad buruk dan gagal memberikan pemberitahuan kepada pekerja. Ratusan pekerja telah memprotes PHK di berbagai lokasi studio, termasuk beberapa milik Bethesda.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top