KALIMANTAN TIMUR — Reidel Toiran buka suara soal status Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar. Pelatih asal Kuba itu menyatakan bahwa surat pengunduran diri yang sudah dikirim kedua pemain ke federasi pada Mei 2026 mengikat secara prinsip. “Kalau mereka memang mengundurkan diri, saya tidak bisa memaksa,” katanya di Jakarta, Minggu (26/7).
Toiran mengaku baru mengetahui surat pengunduran diri Rivan dan Nizar setelah resmi menangani timnas. Sebelumnya, ia berencana memanggil keduanya untuk seleksi jelang AVC Men’s Volleyball Championship 2026 di India. Namun, langkah itu kandas karena dokumen resmi sudah lebih dulu diterima federasi. “Dulu saya sempat ingin memanggil Nizar dan Rivan, karena saya belum tahu ada surat itu,” ujar Toiran.
Keputusan Rivan dan Nizar disebut murni pilihan pribadi. Rivan memilih fokus di luar timnas, sementara Nizar ingin berkonsentrasi penuh pada klub. Toiran menegaskan tidak ada unsur pemaksaan dari pihaknya. “Saya tidak bisa memaksa. Kalau sudah mengundurkan diri, situasinya berbeda,” tambahnya.
Toiran sempat menelepon Nizar Zulfikar secara langsung. Ia mengajak pemain veteran itu untuk kembali mengikuti seleksi, bukan langsung masuk tim. “Saya bilang ikut seleksi dulu, bukan langsung masuk tim,” kata Toiran. Meski sudah dirayu, Nizar tetap pada pendiriannya. Hal serupa terjadi pada Rivan yang juga sudah mantap pensiun dari tim Merah Putih.
Pelatih yang membawa Jakarta Bhayangkara juara AVC Club Championship 2026 itu mengakui keinginannya memanggil dua pemain kunci tersebut. Namun, setelah mengetahui adanya surat pengunduran diri, ia mengurungkan niat. “Waktu jelang ke India saya sebenarnya sempat meminta mereka ikut seleksi lagi. Akan tetapi saya tidak tahu kalau ternyata mereka sudah mengirim surat pengunduran diri,” ungkapnya.
Toiran menegaskan konsistensi menjadi pegangan. Menurutnya, keputusan pensiun yang sudah diumumkan secara resmi tidak boleh ditarik begitu saja. “Itu persoalan prinsip. Tidak bisa bolak-balik begitu,” tegas Toiran. Ia menekankan bahwa pemain yang sudah mengundurkan diri tidak bisa dipanggil kembali meski dibutuhkan.
Rivan Nurmulki mengirim surat pengunduran diri pada Mei 2026. Nizar Zulfikar mendeklarasikan keluar dari timnas di waktu berdekatan dengan alasan fokus ke klub. Hingga saat ini, Toiran belum menerima permintaan pencabutan dari kedua pemain. “Kalau sudah mengundurkan diri, situasinya berbeda. Harus ada prinsip,” pungkasnya.