SAMARINDA — Tren pengumpulan dana zakat di Kalimantan Timur terus menunjukkan akselerasi positif dalam lima tahun terakhir. Data Baznas Kaltim menyebutkan, realisasi penghimpunan pada 2025 mencapai Rp 20.607.751.319, melonjak dari Rp 16,5 miliar pada 2024 dan Rp 14,4 miliar pada 2023.
Lonjakan ini berlanjut pada periode Januari–Juli 2026, di mana dana yang terkumpul telah menyentuh angka Rp 19.055.988.311. Capaian tersebut mendekati total perolehan setahun penuh sebelumnya, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di daerah berjuluk Benua Etam ini.
Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan menjelaskan, dana yang terhimpun tidak dibiarkan mengendap. Pihaknya mengoperasikan lima program utama yang menjadi tulang punggung pendistribusian, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa.
"Kelima pilar tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas Kaltim memastikan dana yang dihimpun memberikan manfaat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, hingga pembinaan keagamaan," kata Nabhan saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Selasa.
Di sektor pendidikan, dana zakat disalurkan dalam bentuk bantuan biaya sekolah serta perbaikan sarana dan prasarana belajar. Sementara di bidang kesehatan, program Kaltim Sehat merealisasikan layanan pengobatan gratis, khitanan massal, hingga bantuan operasi medis seperti tindakan operasi bibir sumbing bagi anak-anak yang membutuhkan.
Realisasi program ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berhenti pada penghimpunan, tetapi berdampak langsung pada kebutuhan dasar warga. Skema penyaluran ini dirancang untuk menjangkau mustahik di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Kegiatan yang berlangsung hingga 13 Agustus 2026 ini tidak sekadar seremonial. Forum tersebut menjadi ajang evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program tahun sebelumnya sekaligus menyusun strategi kerja ke depan.
"Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi serta menginovasi program tahun sebelumnya yang kemudian dirumuskan dalam program kerja bidang pembinaan, administrasi, pendayagunaan, serta pengawasan dan pengembangan," ujar Nabhan.
Agenda ini juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan Baznas sebagai lembaga pemerintah non-struktural, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sinergi antarwilayah menjadi perhatian utama agar pemerataan manfaat zakat dapat dirasakan seluruh masyarakat Kaltim.
Dengan capaian penghimpunan yang terus meningkat, komitmen pengelolaan secara profesional dan amanah menjadi prioritas. Baznas Kaltim menargetkan kontribusi yang lebih besar lagi terhadap kesejahteraan warga melalui pengelolaan dana sosial keagamaan yang transparan dan tepat sasaran.