SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah konkret dalam mentransformasi kualitas agenda pariwisata daerah. Melalui Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Dispar Kaltim resmi membentuk Tim Kurator Event 2026 dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sapta Pesona, Senin (9/2/2026).
Pembentukan tim ini bertujuan untuk memperketat proses seleksi, memberikan pendampingan teknis, serta memastikan setiap acara yang masuk dalam kalender kegiatan daerah memiliki daya saing internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa keberadaan tim kurator sangat krusial untuk memastikan setiap event memiliki standar kualitas yang terukur. Dispar ingin menggeser paradigma penyelenggaraan acara dari sekadar kemeriahan seremonial menjadi kegiatan yang memiliki nilai filosofis dan ekonomi yang kuat.
"Melalui tim kurator ini, kita ingin memastikan bahwa event yang diselenggarakan memiliki konsep yang kuat, nilai ekonomi, serta mampu mengangkat potensi lokal dan identitas daerah secara autentik," ujar Ririn.
Proses seleksi dan kurasi nantinya akan dilakukan secara objektif oleh para ahli di bidangnya. Berikut adalah empat pilar utama yang menjadi dasar penilaian tim kurator:
| Pilar Penilaian | Deskripsi Fokus |
|---|---|
| Kreativitas & Inovasi | Keunikan konsep dan penggunaan elemen baru yang menarik. |
| Potensi Lokal | Sejauh mana event mengangkat identitas dan kekayaan budaya daerah. |
| Dampak Ekonomi | Kontribusi nyata terhadap UMKM dan ekosistem ekonomi kreatif. |
| Keberlanjutan | Potensi event untuk dilaksanakan secara rutin dan dampak lingkungan. |
Dengan adanya proses kurasi yang profesional, Dispar Kaltim optimis penyelenggaraan event di tahun 2026 akan lebih terarah dan berkualitas. Langkah ini diharapkan tidak hanya menarik kunjungan wisatawan domestik, tetapi juga memposisikan Kalimantan Timur sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
Tim kurator akan mulai bekerja melakukan pendampingan kepada penyelenggara event daerah guna menyelaraskan visi pembangunan pariwisata Kalimantan Timur yang berkelanjutan.