Refleksi 129 Tahun Balikpapan: Dari Pemerataan Infrastruktur Hingga Digitalisasi Menuju Kota Global

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 10 Februari 2026 | 11:08:02 WIB
Rapat Paripurna DPRD dan Pemkot Balikpapan menegaskan sinergi dalam pembangunan kota menuju usia 129 tahun.

BALIKPAPAN – Menuju usia ke-129 tahun, Kota Balikpapan tidak hanya sekadar merayakan hari jadi, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai calon kota global. Melalui Rapat Paripurna Masa Sidang II (9/2/2026), sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota fokus pada satu tujuan: Harmoni dalam Pembangunan.

Tantangan Urbanisasi & Solusi Legislatif

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyoroti bahwa kematangan kota diuji oleh derasnya arus urbanisasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, DPRD berkomitmen menjaga agar kebijakan fisik tidak mengabaikan aspek sosial.

"Kami mengawal agar pembangunan tetap selaras dengan aspirasi warga, terutama pada pemenuhan infrastruktur dasar," jelas Alwi dalam rapat yang dihadiri jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat tersebut.


Pilar Strategis RPJMD 2025–2029

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, membedah peta jalan (road map) pembangunan lima tahun ke depan. Untuk mencapai standar kota internasional, terdapat tiga pilar utama yang menjadi prioritas anggaran:

SektorProgram UnggulanTarget / Anggaran
KesehatanSubsidi Iuran BPJS KesehatanRp99,6 Miliar untuk 208.400 warga
TeknologiTransformasi Digital & Fasilitas Publik362 Titik WiFi Gratis di 6 Kecamatan
PendidikanPeningkatan Kualitas LayananMencetak generasi berdaya saing global

"Tugas utama kami adalah memastikan akses kesehatan dan layanan publik dapat dinikmati semua warga tanpa terkecuali," tutur Rahmad Mas’ud.


Realisasi Nyata: Peninjauan Proyek Strategis

Sebagai bentuk transparansi, pimpinan daerah menutup rangkaian acara dengan meresmikan dan meninjau langsung progres fisik di lapangan. Langkah ini memastikan bahwa anggaran yang dikucurkan benar-benar menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi publik.

Daftar Proyek yang Diresmikan/Ditinjau:

Drainase Jl. Ahmad Yani (Gunung Sari): Solusi penanganan banjir kota.

Taman Kampung Baru: Revitalisasi lahan eks Pasar Loak menjadi ruang publik.

Puskesmas Sepinggan Baru: Peningkatan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Gedung Gabungan Dinas: Kantor baru bagi DP3 dan Dinas Perdagangan di Damai Bahagia.

Reporter: Redaksi
Back to top