Penajam Paser Utara Siapkan Mobil Tangki Hadapi Kemarau Ekstrem

Penulis: Okta Nugraha  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39:00 WIB
Mobil tangki Perumda Air Minum Danum Taka siap distribusikan air bersih di Penajam Paser Utara.

PENAJAM PASER UTARA — Dampak prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang musim kemarau yang lebih kering dan panjang pada 2026 sudah mulai terasa di sebagian wilayah. Penurunan debit air baku pengelolaan air bersih terekam di sejumlah lokasi, terutama di daerah yang mengandalkan sumber air terbatas dan cuaca ekstrem.

Kelurahan Sotek Paling Rentan, Debit Air Turun 20 Persen

Kelurahan Sotek menjadi wilayah paling terlihat terdampak. Perumda Air Minum Danum Taka mencatat penurunan debit dari 110 liter per detik menjadi 90 liter per detik. Wilayah ini sangat bergantung pada air hujan sebagai sumber utama, sehingga fluktuasi cuaca langsung mempengaruhi ketersediaan air bersih bagi warga.

"Pemerintah kabupaten bersiap antisipasi terjadinya krisis air bersih," ujar Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara Abdul Rasyid. Meski beberapa wilayah lain masih dalam kondisi relatif aman, Pemkab tidak menunggu hingga krisis meluas sebelum mengambil tindakan mitigasi.

Pendalaman Sumur dan Perluasan Tampungan Jadi Strategi Utama

Langkah pertama yang diambil adalah peningkatan kapasitas tampungan air melalui pendalaman dan perluasan area penampungan. Strategi ini dirancang agar cadangan air tidak terbuang ke laut dan dapat dimanfaatkan optimal di saat kekeringan. Pekerjaan teknis ini melibatkan koordinasi lintas dinas dan pihak terkait.

Selain itu, Pemkab telah menyiapkan armada mobil tangki dari Perumda Air Minum Danum Taka dan kendaraan pemadam kebakaran untuk mendistribusikan pasokan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis. Strategi pendistribusian darurat ini menargetkan komunitas yang masih bergantung pada sumur galian dan sumur bor — sumber-sumber yang rawan mengering saat kemarau tiba.

Wilayah Lain Masih Stabil, Tapi Perlu Kesiapan

Sementara Sotek menjadi sorotan utama, data Pemkab menunjukkan wilayah-wilayah lain di Kabupaten Penajam Paser Utara masih dalam kondisi yang relatif aman. Namun, penyebaran prediksi BMKG yang mencakup seluruh Kalimantan Timur membuat Pemkab tetap memperkuat kesiapan di semua titik rawan, terutama daerah perdesaan yang mengandalkan sumur pribadi dan penampungan gravitasi.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi jangka panjang bagi ketersediaan air bersih. Prakiraan BMKG tentang kemarau yang lebih parah membuat perencanaan infrastruktur air menjadi prioritas strategis di tahun mendatang.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top