Nilai tukar rupiah kembali terperosok ke level terendah dalam sepekan. Pada perdagangan hari ini, kurs rupiah di pasar spot melemah hingga Rp17.395 per dolar AS. Tekanan ini langsung terasa di kurs jual-beli bank utama.
JAKARTA — Tekanan terhadap rupiah belum mereda. Kurs dolar AS di pasar spot kini bertengger di Rp17.395. Pelemahan ini menjadi sinyal bagi masyarakat yang hendak bertransaksi valas, terutama melalui BCA, BRI, Mandiri, dan BNI.
Setiap bank memiliki selisih kurs yang berbeda, tergantung kebijakan internal. Berikut rincian kurs dolar AS di empat bank besar nasional yang perlu dicermati sebelum bertransaksi.
Di Bank Central Asia (BCA), kurs jual dolar AS tercatat Rp17.600 per dolar. Sementara itu, kurs beli untuk membeli valas dari nasabah berada di kisaran Rp17.200. Selisih ini menjadi acuan bagi nasabah yang ingin menukarkan uang atau melakukan transfer valas.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan kurs jual dolar AS di level Rp17.580. Adapun kurs beli di BRI tercatat Rp17.180. Angka ini tak jauh berbeda dengan BCA, meski memberikan sedikit keunggulan bagi nasabah yang hendak menjual dolar.
Bank Mandiri mencatat kurs jual dolar AS sebesar Rp17.550, terendah di antara empat bank untuk pembelian valas. Sementara itu, kurs beli di Mandiri berada di angka Rp17.150. Kondisi ini bisa dimanfaatkan nasabah yang membutuhkan dolar tunai dengan biaya lebih ringan.
Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan kurs jual dolar AS di level Rp17.570. Uniknya, BNI mencatat kurs beli tertinggi, yakni Rp17.220. Artinya, nasabah yang ingin menjual dolar di BNI akan mendapatkan nilai tukar lebih menguntungkan.
Pelemahan rupiah dipicu sejumlah faktor eksternal, termasuk penguatan indeks dolar AS di pasar global dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Para analis memperkirakan tekanan masih berlanjut dalam jangka pendek. Masyarakat disarankan memantau kurs secara berkala sebelum transaksi valas dalam jumlah besar.
Bagi Anda yang berencana menukarkan valas atau melakukan pembayaran internasional, membandingkan kurs antar bank menjadi langkah penting untuk meminimalkan kerugian selisih kurs. Setiap bank memperbarui kurs secara real-time, sehingga harga bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.