BONTANG — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mencatat pemasukan signifikan dari retribusi objek wisata. Periode Januari hingga April 2026, total Rp134.663.000 masuk ke Kas Daerah. Dana itu menjadi modal utama pembenahan fasilitas di sejumlah destinasi.
Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, optimistis target PAD sektor pariwisata sebesar Rp200 juta bisa terlampaui tahun ini. Seluruh dana dikelola melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menentukan porsi alokasi pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana (sarpras) wisata.
Salah satu penyumbang PAD terbesar adalah Mangrove Edupark. Sempat terjadi penurunan jumlah pengunjung saat tarif retribusi pertama kali diterapkan, kini kondisi kunjungan kembali normal. Pada akhir pekan, pendapatan dari lokasi ini menembus Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.
Eko menegaskan, penarikan retribusi bukan semata-mata mengejar angka. Kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kualitas layanan di objek wisata. “Penarikan retribusi adalah komitmen kami memperbaiki layanan serta meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana di lokasi wisata. Ini bentuk tanggung jawab kami,” ujar Eko.
Dispopar berjanji melakukan pembenahan optimal di destinasi wisata yang dikelola Pemkot Bontang. Langkah ini diambil agar masyarakat menikmati fasilitas yang lebih nyaman dan representatif. Seluruh hasil retribusi akan menjadi pemicu (trigger) percepatan perbaikan sarpras di lapangan.