SAMARINDA — Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur mencatat perputaran uang itu berasal dari dua sumber utama. Pertama, fasilitasi pembiayaan bagi UMKM oleh lembaga keuangan syariah senilai Rp3,27 miliar. Kedua, penjualan dalam expo syariah yang mencapai Rp1,29 miliar dari 160 gerai.
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Bayuadi Hardiyanto merinci pembiayaan itu disalurkan kepada 20 pelaku UMKM syariah. Sementara itu, hasil penjualan Rp1,29 miliar berasal dari 160 gerai yang berpartisipasi dalam sharia expo.
"Hasil penjualan Rp1,29 miliar ini berasal dari 160 gerai sharia expo, sedangkan pembiayaan Rp3,27 miliar ini untuk 20 pelaku UMKM syariah," kata Bayuadi di Samarinda, Senin.
Kalafest 2026 juga mencatat transaksi wakaf dari 1.962 pewakaf dengan total dana Rp53,42 juta. Dana itu dialokasikan untuk tiga proyek wakaf produktif di Samarinda. Selain itu, sebanyak 1.211 peserta mengikuti kegiatan literasi dan edukasi ekonomi syariah.
Kegiatan ini menjangkau lebih dari 702.483 masyarakat melalui siaran langsung dan konten digital di berbagai platform media sosial serta kanal komunikasi Bank Indonesia.
Dalam gelaran tersebut, BI Kaltim meluncurkan laman Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) sebagai pusat informasi halal di Kaltim. Program Unggulan Wakaf Produktif juga diluncurkan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah Serentak se-Kaltim untuk mengendalikan inflasi menjelang Idul Adha.
Sejumlah agenda strategis lainnya turut dijalankan, antara lain penandatanganan Kesepakatan Bersama Wakaf Goes to Kampus, penyaluran sarana dan prasarana untuk pondok pesantren, serta fasilitasi penguatan Lembaga Pendampingan Proses Produk Halal (LP3H). BI Kaltim juga menyerahkan fasilitasi rumah potong unggas halal dan mendukung pelaku usaha syariah.
Salah satu agenda yang menarik antusiasme masyarakat adalah Tabligh Akbar bertema "Wakaf Produktif sebagai Salah Satu Keuangan Sosial Syariah" bersama Ustadz Maulana. Acara ditutup dengan penampilan shalawat bersama Hadad Alwi pada Ahad malam.
"Penyelenggaraan Kalafest 2026 ini menjadi bukti konkret sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra strategis dalam mendorong penguatan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di Kaltim," kata Bayuadi.