Stadion Segiri Samarinda resmi menjadi arena duel klasik Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025-2026, sore ini. Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, memastikan kesiapan panitia lokal sekaligus mengapresiasi perputaran ekonomi bagi warga Samarinda dari laga besar tersebut.
Pemindahan venue pertandingan pekan krusial ini sempat mengejutkan manajemen Borneo FC Samarinda. Meski berstatus laga kandang bagi Persija Jakarta, Stadion Segiri dipilih sebagai lokasi alternatif yang dinilai siap menggelar pertandingan dengan tensi tinggi tersebut.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sekadar menjadi penonton. Panitia pelaksana (panpel) Borneo FC dilibatkan secara aktif untuk membantu kelancaran jalannya pertandingan, mulai dari koordinasi keamanan hingga teknis di lapangan.
Perputaran Ekonomi dan Keterlibatan Panitia Lokal Borneo FC
Dandri melihat perpindahan laga ini membawa berkah tersendiri bagi ibu kota Kalimantan Timur. Kehadiran dua klub besar dengan basis massa raksasa otomatis menggerakkan roda ekonomi lokal secara instan, terutama di sektor usaha mikro.
“Panitia Borneo ikut dilibatkan membantu pelaksanaan pertandingan. Pedagang UMKM juga kembali mendapatkan pemasukan. Pemerintah kota memperoleh pendapatan dari sewa stadion, termasuk pajak tiket,” ujar Dandri Dauri saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.
Selain sektor UMKM, okupansi hotel dan jasa transportasi di Samarinda juga diprediksi meningkat seiring kedatangan ofisial tim dan para pendukung yang datang dari luar kota. Hal ini menjadi sinyal positif bagi kapasitas Samarinda dalam menyelenggarakan event olahraga skala nasional.
Fokus Borneo FC di Jalur Juara Super League 2025-2026
Pertemuan Persija kontra Persib bukan sekadar laga gengsi, melainkan memiliki pengaruh besar terhadap peta persaingan papan atas. Borneo FC menjadi salah satu tim yang berkepentingan dengan hasil laga ini karena mereka masih berada dalam jalur perburuan gelar juara musim ini.
Namun, Dandri menegaskan bahwa manajemen Pesut Etam tidak ingin terjebak dalam spekulasi hasil pertandingan rival. Ia memilih untuk tetap fokus pada performa timnya sendiri daripada menghitung peluang berdasarkan kekalahan tim lain.
“Kalau saya menjawab itu, berarti saya ikut mengurus takdir orang lain. Biarkan saya dengan takdir saya, Persija dengan takdirnya, Persib dengan takdirnya, dan semua 18 tim dengan takdirnya masing-masing,” tegas Dandri.
Ia menambahkan bahwa fokus utama skuat asuhan Pieter Huistra saat ini adalah menjaga konsistensi di sisa kompetisi. “Saya hanya fokus kepada tim saya sendiri. Saya tidak mau membuat opini-opini yang menurut saya kurang tepat. Namun, tentu saya tetap mendoakan yang terbaik bagi siapa pun yang nantinya keluar sebagai juara,” lanjutnya.
Imbauan Ketertiban bagi Jakmania dan Bobotoh di Samarinda
Mengingat rivalitas panjang antara kedua kelompok suporter, Dandri memberikan pesan khusus kepada The Jakmania dan Bobotoh yang hadir di Samarinda. Ia berharap status Segiri sebagai tempat netral tetap dijaga dengan semangat sportivitas tinggi tanpa gesekan fisik maupun verbal.
Keamanan menjadi prioritas utama panpel lokal mengingat laga ini digelar sore hari. Pengamanan ketat telah disiapkan di ring luar hingga area tribune untuk memastikan penonton dapat menikmati pertandingan dengan nyaman.
Manajemen Borneo FC berharap pertandingan ini bisa menjadi contoh penyelenggaraan laga besar yang aman dan tertib. Kesuksesan laga sore ini akan memperkuat reputasi Stadion Segiri sebagai salah satu stadion paling representatif di Indonesia untuk menggelar pertandingan bertaraf besar di masa depan.