KALIMANTAN TIMUR — Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng di pasar domestik, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan kabar baik mengenai harga dan distribusi MinyaKita. Menurutnya, harga rata-rata MinyaKita per 10 April 2026 telah mengalami penurunan sebesar 5,45% dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp 16.881 per liter pada 24 Desember 2025. Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.
Budi Santoso menjelaskan bahwa realisasi distribusi minyak goreng rakyat ini telah mencapai 49,45%, melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mengharuskan BUMN Pangan untuk memenuhi minimal 35% dari total produksi, terbukti efektif dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga. "Realisasi yang sudah melebihi 49 persen menunjukkan bahwa mekanisme distribusi berjalan dengan baik," ujarnya.
Mendag Budi juga menekankan bahwa MinyaKita bukanlah satu-satunya indikator untuk menilai harga dan pasokan minyak goreng. Ketersediaan produk ini juga sangat bergantung pada DMO. "Saat ini tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di pasar. Ketersediaan pasokan minyak goreng aman karena masih ada minyak goreng premium dan minyak goreng second brand sebagai opsi," jelasnya. Ia menambahkan bahwa jika ekspor produk turunan kelapa sawit tidak banyak, maka pasokan DMO juga akan berkurang.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, juga membantah isu tentang kelangkaan MinyaKita di pasaran. Ia mengklaim bahwa distribusi minyak goreng rakyat tersebut telah berjalan dengan baik. Bulog sendiri memiliki kewajiban untuk melakukan DMO sebesar 35% untuk produk ini. "DMO yang diberikan kepada Bulog sudah tersalurkan semaksimal mungkin kepada seluruh pasar-pasar yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok," ungkap Rizal.
Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, menambahkan bahwa pihaknya telah menyalurkan sekitar 110 juta liter MinyaKita ke seluruh Indonesia. "Progres penyaluran sudah mendekati 90 persen, sementara sisa kuota penyaluran sekitar 65 persen masih dilakukan oleh pihak lain," tuturnya.
Penutup: Dengan adanya penurunan harga dan distribusi yang melampaui target, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses minyak goreng dengan harga terjangkau. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah tantangan ekonomi yang ada.