SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 2,99 persen secara year-on-year pada Triwulan I 2026. Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai, menyebutkan angka ini menunjukkan perekonomian tetap positif di tengah dinamika nasional dan global.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp229,08 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp149,02 triliun.
Dari sisi produksi, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni 15,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Mas'ud menjelaskan, lonjakan ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas sektor jasa dan konsumsi masyarakat, termasuk pariwisata dan perhotelan.
“Ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan I-2026 terhadap Triwulan I-2025 tumbuh sebesar 2,99 persen secara year-on-year,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (13/5/2026).
Meski tumbuh tahunan, ekonomi Kaltim pada Triwulan I-2026 justru terkontraksi 3,69 persen secara quarter-to-quarter dibanding Triwulan IV-2025. Mas'ud menilai pola ini wajar terjadi pada awal tahun karena faktor musiman aktivitas ekonomi.
Namun, beberapa sektor tetap tumbuh positif secara kuartalan. Lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mencatat kenaikan 7,59 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh 5,44 persen.
Kaltim masih menjadi penyumbang utama nilai tambah ekonomi Pulau Kalimantan. Kontribusinya mencapai 46,48 persen, didukung sektor sumber daya alam, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.
Mas'ud menambahkan, capaian ini menunjukkan posisi strategis Kaltim sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. “Dari sisi pengeluaran, komponen PK-LNPRT kembali mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,44 persen,” katanya.