Forum di Tenggarong Ungkap Tiga Keteladanan Sultan AM Idris, Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Tak Minder

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 18 Mei 2026 | 22:12:03 WIB
Sejarawan Kalimantan Timur mengungkap tiga keteladanan Sultan Aji Muhammad Idris dalam forum di Tenggarong.

TENGGARONG — Sejarawan publik Kalimantan Timur, Muhammad Sarip, mengidentifikasi setidaknya tiga peran utama Sultan Aji Muhammad Idris yang patus diteladani. Ketiganya adalah sebagai tokoh budaya Kutai, pejuang antipenjajahan, dan figur dakwah Islam yang inklusif.

"Sultan Aji Muhammad Idris adalah tokoh pejuang, dengan jejak sejarah membantu Sultan Wajo berperang melawan VOC, sebuah perusahaan dagang yang ingin merampas kedaulatan Nusantara pada abad ke-18," kata Sarip dalam forum bertajuk "Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris; Spirit Masa Silam dan Teladan Masa Kini" di Tangga Arung Square (TAS), Tenggarong.

Kitab Konstitusi dan Wilayah Kekuasaan yang Melampaui Zaman

Sarip juga mengungkap sisi intelektual Sultan AM Idris. Menurut risetnya, kitab konstitusi Kesultanan Panji Salatin hingga undang-undang Beraja Nanti disusun pada masa pemerintahannya. Hal ini membuktikan bahwa Tanah Kutai melahirkan tokoh dengan pengaruh besar di tingkat Nusantara.

Lebih jauh, Sarip mengingatkan bahwa wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara sangat luas. "Ketika bicara Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, bahkan kawasan IKN, itu dahulu bagian dari wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara," tegasnya.

Bupati: Berperang Melawan Masa Depan, Jangan Sampai Minder

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, yang hadir sebagai narasumber, menyoroti relevansi semangat Sultan AM Idris bagi generasi muda saat ini. Menurutnya, tantangan kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan ancaman yang lebih abstrak namun tak kalah berat.

"Hari ini kita memang tidak berperang melawan penjajah tapi kita berperang melawan masa depan," ujar Aulia di hadapan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, jurnalis, dan komunitas literasi.

Ia menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri melalui penguatan identitas lokal. "Kalau bahasa orang dulu, jangan sampe minder dengan diri sendiri," pesannya. Pemkab Kukar pun mulai mengabadikan nama Sultan AM Idris di fasilitas publik, termasuk rumah sakit daerah, dan mendorong muatan lokal di sekolah untuk membahas sang pahlawan.

Pemuda Pelopor: Jiwa Kepemimpinan Bisa Diterapkan di Berbagai Bidang

Sementara itu, Pemuda Pelopor Kaltim 2024 bidang pendidikan, Ada Al Ali Murrabbaniah, menilai semangat Sultan AM Idris bisa diterjemahkan dalam perjuangan masa kini. Mulai dari pendidikan, kreativitas, hingga kontribusi sosial.

"Saya yakin pemuda-pemuda daerah dapat menerapkan jiwa kepemimpinan yang sama dengan Sultan Aji Muhammad Idris dalam kehidupannya," tuturnya.

Forum yang digagas Lasaloka KSB dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kutai Kartanegara ini diharapkan mampu merawat ingatan kolektif tentang pahlawan asal Kaltim. Ketua SMSI Kukar, Angga Triandi, menambahkan bahwa nilai perjuangan dan kepemimpinan Sultan AM Idris masih sangat relevan, terutama dalam semangat Hari Kebangkitan Nasional. (*)

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: kaltimkece.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top