Lulusan SMK Masih Jadi Penyumbang Pengangguran Tertinggi di Kaltim, Angkanya Capai 9,85 Persen

Penulis: Okta Nugraha  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:46:11 WIB
Lulusan SMK di Kaltim tercatat memiliki tingkat pengangguran tertinggi mencapai 9,85 persen pada Februari 2025.

SAMARINDA — Ironi menghantui dunia pendidikan vokasi di Kalimantan Timur. Lulusan SMK yang seharusnya siap kerja justru mendominasi angka pengangguran di provinsi ini. Data terbaru BPS Kaltim menempatkan TPT lulusan SMK sebagai yang tertinggi, mengungguli lulusan SMA, diploma, dan universitas.

Mengapa Lulusan SMK Paling Sulit Bersaing?

Kepala BPS Kaltim, Agus Trihadi, menjelaskan bahwa pada Februari 2025, TPT untuk lulusan SMK mencapai 9,85 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA yang hanya 7,13 persen. “Ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Agus dalam rilis resminya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dan dunia industri. Keahlian teknis yang diajarkan di bangku SMK kerap tidak sejalan dengan perkembangan teknologi dan permintaan sektor usaha di Kaltim.

Berapa Besar Jurang antara Lulusan dan Lapangan Kerja?

Data BPS mencatat total angkatan kerja di Kaltim mencapai 1,64 juta orang pada Februari 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 102.000 orang masih menganggur. Lulusan SMK memberikan kontribusi paling signifikan terhadap angka tersebut.

Ironisnya, sektor industri dan pertambangan yang menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim justru kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan tenaga kerja terampil. Hal ini menandakan ada kesenjangan antara kurikulum SMK dengan kebutuhan riil di lapangan.

Apa Langkah Pemprov Kaltim Menekan Angka Ini?

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah mendorong program revitalisasi SMK. Program ini fokus pada pemutakhiran kurikulum berbasis industri dan penguatan magang bagi siswa. Beberapa SMK di Samarinda dan Balikpapan sudah mulai menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang dan perkebunan untuk menyerap lulusan.

Namun, hasilnya belum maksimal. Banyak perusahaan masih menuntut sertifikasi keahlian tambahan yang tidak diajarkan di sekolah. “Kami terus melakukan pemetaan kompetensi yang dibutuhkan industri,” kata Kepala Disdikbud Kaltim, Suriansyah.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan lulusan SMK untuk mendapatkan pekerjaan?

Rata-rata lulusan SMK di Kaltim membutuhkan waktu 6 hingga 12 bulan untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Proses ini lebih lama dibandingkan lulusan universitas yang rata-rata hanya 3 hingga 6 bulan.

Apa yang paling dibutuhkan pasar kerja dari lulusan SMK?

Perusahaan di Kaltim paling banyak mencari lulusan SMK dengan kompetensi di bidang teknik mesin, listrik, dan teknologi informasi. Sertifikasi kompetensi dari lembaga profesi menjadi nilai tambah yang sangat dihargai.

Apakah program magang bisa menjadi solusi utama?

Program magang dianggap efektif, namun masih terkendala jumlah perusahaan yang bersedia menerima siswa. Dari total 300 SMK di Kaltim, baru sekitar 40 persen yang memiliki mitra industri tetap.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top