SAMARINDA — Proses seleksi anggota baru di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur harus lebih ketat. Peringatan ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, Senin (15/6/2026). Ia menekankan agar KONI tidak sekadar menerima berkas administrasi, tetapi juga memeriksa kondisi riil di lapangan.
Menurut Rasman, banyak organisasi olahraga hanya bermodalkan surat keputusan (SK) kepengurusan dari kabupaten dan kota. Padahal, syarat utama menjadi anggota KONI adalah memiliki klub aktif, atlet, pelatih, serta program pembinaan yang berjalan.
"Misalnya Savate memiliki lima SK dari kabupaten dan kota, lalu disahkan di provinsi. Itu silakan saja. Tetapi yang harus dicek, apakah di masing-masing daerah itu benar-benar memiliki klub. Klub itu harus punya AD/ART, atlet, pelatih, dan program pembinaan. Jangan hanya bermodalkan SK," tegasnya.
Rasman menyoroti masih adanya federasi yang kesulitan mencari atlet putri. Kondisi ini menunjukkan bahwa organisasi tersebut belum layak menjadi anggota KONI. Ia menegaskan keberadaan atlet merupakan indikator utama apakah sebuah cabang olahraga benar-benar menjalankan pembinaan.
"Jangan sampai ada cabang olahraga yang ternyata tidak memiliki atlet," katanya.
Dispora Kaltim meminta KONI tidak hanya memverifikasi di tingkat provinsi. Pemeriksaan harus dilakukan hingga ke kabupaten dan kota untuk memastikan setiap persyaratan terpenuhi. Jika ada anggota baru yang ternyata tidak memenuhi syarat, maka KONI yang bertanggung jawab.
"KONI jangan terima-terima begitu saja. Harus diverifikasi sampai di tingkat kabupaten dan kota. Apakah dia punya syarat mutlak? Kalau tidak, berarti KONI yang salah," pungkas Rasman.
Langkah verifikasi ketat ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pembinaan olahraga di Kaltim. Rasman mengingatkan agar anggota baru tidak justru membebani keuangan daerah karena tidak memiliki program yang jelas. Seluruh cabang olahraga wajib mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) KONI sejak awal pendaftaran.