KALIMANTAN TIMUR — Kepergian Gans menambah daftar panjang eksekutif senior yang hengkang dari Tesla sejak pertengahan 2024. Pabrikan mobil listrik asal AS itu telah kehilangan pemimpin di hampir semua fungsi inti, mulai dari powertrain, software, penjualan, manufaktur, manajemen program, pengembangan baterai, Supercharging, hingga keuangan. Pada musim semi ini saja, VP keuangan Sendil Palani pergi setelah 17 tahun, dan kepala pengalaman pelanggan pindah ke Coinbase pada hari yang sama dengan kepergian pemimpin produksi Cybercab lainnya.
Gans bukan nama baru di Stellantis. Sebelum diboyong Tesla, ia menghabiskan hampir satu dekade di Stellantis dan pendahulunya FCA dalam peran teknik powertrain dan produksi, terakhir sebagai kepala kualitas manufaktur untuk divisi mesin. Kariernya dimulai di General Motors, dengan gelar sarjana teknik mesin dari Tuskegee University dan master teknik manufaktur dari University of Michigan.
Di Tesla, Gans ditugaskan saat Gigafactory Texas sedang mempercepat produksi Cybertruck, membangun manufaktur sel 4680 in-house, dan menyiapkan proses perakitan "unboxed" untuk kendaraan generasi berikutnya. Namun, ia pergi saat peta jalan generasi berikut itu terus diundur dan volume Cybertruck jauh di bawah target internal. Sekarang, jabatan barunya sebagai VP Global SQD menempatkannya sebagai penanggung jawab kualitas dan kinerja pemasok di seluruh dunia Stellantis — satu langkah naik dari peran divisi yang ia tinggalkan pada 2023.
Kehilangan kepala kualitas menjadi pukulan sensitif bagi Tesla. Baik Tesla maupun merek-merek Stellantis kerap berada di posisi bawah dalam peringkat keandalan pihak ketiga, termasuk studi merek mobil bekas Consumer Reports. Artinya, kursi yang diisi Gans adalah posisi berisiko tinggi di kedua perusahaan. Tesla kini harus mencari pengganti di tengah tekanan produksi dan kepercayaan konsumen yang terus diuji.
Sementara itu, siklus pergantian pemimpin di Tesla terus berputar. Dalam waktu kurang dari dua tahun, Tesla telah berganti empat pimpinan penjualan global dan tidak lagi memiliki satu pun manajer program asli yang meluncurkan Model 3, Model Y, Cybertruck, atau Cybercab. Keputusan Gans kembali ke Stellantis menjadi sinyal bahwa daya tarik Tesla sebagai tempat bekerja mulai luntur, setidaknya di mata para eksekutif kunci.