Banjir Selili Samarinda Makin Parah, 9 Anggota DPRD Dapil I Turun Tangan Cari Solusi Jangka Panjang

Penulis: Prayoga Santana  •  Senin, 22 Juni 2026 | 18:05:01 WIB
Sembilan anggota DPRD Samarinda Dapil I melakukan pemetaan titik banjir di Selili.

SAMARINDA — Genangan air setinggi lutut orang dewasa masih menghantui warga Selili, Samarinda Ilir, meski musim hujan telah berlalu. Peristiwa banjir pada pertengahan Juni itu menjadi alarm bagi para wakil rakyat untuk bertindak lebih nyata.

Mengapa Banjir Selili Tak Kunjung Usai?

Anggota DPRD Samarinda dari dapil I menilai persoalan ini sudah berulang setiap tahun. Mereka sepakat bahwa pendekatan temporer seperti pembagian sembako atau tenda pengungsian tidak lagi cukup.

“Banjir di Selili ini sudah langganan. Kami tidak ingin hanya datang saat air naik, lalu selesai. Perlu ada langkah konkret,” ujar salah satu anggota dewan setempat dalam pertemuan internal pekan lalu.

9 Anggota Dewan Dikerahkan, Apa yang Dibahas?

Sebanyak sembilan anggota DPRD dari dapil I yang meliputi wilayah Samarinda Ilir langsung diterjunkan untuk memetakan titik-titik kritis. Mereka mendata rumah-rumah yang terendam, saluran air yang tersumbat, serta area tanggul yang jebol.

Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sistem drainase di kawasan tersebut sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Selain itu, sedimentasi di sungai-sungai kecil sekitar Selili memperparah genangan.

Apa Langkah Selanjutnya dari DPRD Samarinda?

Para anggota dewan berencana mengusulkan normalisasi sungai dan perbaikan drainase dalam pembahasan APBD perubahan. Mereka juga akan mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda untuk membahas desain teknis solusi banjir.

“Kami dorong agar ada anggaran khusus untuk penanganan banjir di Selili. Bukan sekadar tambal sulam, tapi proyek yang bisa bertahan puluhan tahun,” tambah sumber yang sama.

Kapan Warga Bisa Mulai Merasakan Perubahan?

DPRD menargetkan pembahasan anggaran rampung dalam dua bulan ke depan. Jika disetujui, pengerjaan fisik bisa dimulai pada awal tahun depan. Warga berharap ada kepastian, mengingat setiap musim hujan mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Kami hanya ingin tidur tenang tanpa khawatir air masuk rumah. Semoga dewan dan pemkot serius kali ini,” ujar seorang warga RT 12 Selili yang rumahnya terendam hingga 50 sentimeter pada banjir Juni lalu.

Langkah gotong royong sembilan anggota dewan ini menjadi ujian bagi komitmen DPRD Samarinda dalam menangani bencana tahunan. Jika berhasil, Selili bisa menjadi contoh penanganan banjir perkotaan yang terpadu di Kalimantan Timur.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top