SAMARINDA — Video amatir berdurasi 29 detik memperlihatkan momen menegangkan di Sungai Mahakam: sebuah kapal kayu kecil atau klotok berusaha keras menarik tongkang besi raksasa. Asap tebal mengepul dari mesin kapal, memicu kekhawatiran warga yang menyaksikan dari tepi sungai.
"Kapal kayu nariknya, yang ditarik besi (tongkang). Muatannya apa koral, ya gak sanggup dua kapal," ujar suara warga dalam rekaman yang viral di jagat maya itu.
Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda, Ipda Zaqi Ur Rahman, meluruskan dugaan warga. Tongkang tersebut tidak memuat koral, melainkan pupuk milik seorang warga bernama Pak Joko dari galangan di Samarinda.
Menurut Ipda Zaqi, kapal penarik utama bersama satu kapal klotok lain yang bertugas sebagai asist (pemandu/pendorong) sebenarnya sudah berhasil melewati Jembatan Mahulu dan melaju sekitar 100 meter ke arah hulu. Namun, petaka datang ketika sistem mekanis atau gearbox pada kapal penarik utama mendadak rusak.
Kerusakan gearbox membuat kapal kehilangan daya dorong (lost power). Akibatnya, kapal dan tongkang raksasa perlahan berjalan mundur terbawa arus sungai yang deras. Kapal klotok di belakang yang bertugas sebagai asist sudah berjuang mendorong, tetapi tekanan arus bawah terlalu besar. Bagian haluan depan tongkang terputar dan akhirnya tersandar di fender (pilar pengaman) Jembatan Mahulu.
Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden ini menjadi pengingat akan risiko penggunaan kapal kayu untuk memandu armada besi di jalur sungai padat seperti Sungai Mahakam.
Satpolairud Polresta Samarinda telah memeriksa dua orang juragan kapal sebagai saksi pada Senin (29/6). Pihak kepolisian juga berencana memanggil pemilik barang atau pupuk untuk memeriksa kelengkapan dokumen pelayaran.
"Termasuk dengan dokumen yang diperlihatkan ke kami, akan kami pelajari dulu," tegas Ipda Zaqi.
Tak hanya itu, Satpolairud berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalimantan Timur untuk memeriksa apakah insiden ini menyebabkan kerusakan pada struktur fender Jembatan Mahulu.
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda juga turun tangan. Kasi Penjagaan Patroli dan Penyidikan KSOP, Capt. Sahrun Aziz, mengonfirmasi pihaknya telah memanggil dua nahkoda dan pemilik kapal untuk diperiksa.
"Iya, itu kapal klotok," singkat Sahrun saat ditanya soal dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) terkait kapal penarik tongkang.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan performa mesin dan standar keamanan saat kapal kayu memandu armada besi di jalur sungai yang padat. Pemeriksaan dokumen dan investigasi lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan tidak ada pelanggaran serupa di masa depan.