KALIMANTAN TIMUR — Tiga unit greenhouse dibangun di lahan seluas 860 lubang tanam per unit. Dengan sistem hidroponik dan kendali otomatis berbasis IoT, petani bisa mengatur nutrisi, pengairan, hingga kadar keasaman (pH) tanaman hanya dari genggaman tangan.
"Fasilitas ini dibangun untuk mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi dan inovasi pertanian yang berkelanjutan," ujar Mining Sub-Division Head PTBA, Suratman.
Hasilnya, Desa Lingga berpotensi panen hingga tiga kali dalam setahun dengan volume 4 hingga 6 ton per musim tanam. Jika berjalan optimal, desa ini bisa menjadi salah satu sentra melon premium di Sumatera Selatan.
PPA tidak hanya menyerahkan greenhouse lalu pergi. Division Head HCGA & External Relation PPA, Sunaryo, menegaskan bahwa program Lingga Smart Greenhouse for Resilient Optimized Welfare (GROW) dirancang sebagai sarana belajar bagi generasi muda.
"Kami melihat program ini bukan sekadar menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana membangun kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi pertanian saat ini," kata Sunaryo.
Pendampingan dilakukan sejak pembangunan greenhouse, proses pembibitan, hingga panen raya. Act Department Head HCGA PPA, Novan Herdianto, menyebut pihaknya terus memastikan agar program ini bisa berjalan mandiri oleh warga setempat.
"Pembinaan dan pendampingan dilakukan sejak pembangunan greenhouse, pembibitan hingga hari ini bisa melaksanakan panen bersama. Ke depan kami akan terus mendampingi agar program ini berkelanjutan dan mampu meningkatkan kompetensi serta perekonomian masyarakat," ujar Novan.
Salah satu keunggulan greenhouse adalah melindungi tanaman dari cuaca ekstrem dan serangan hama. Alhasil, kualitas buah lebih seragam dan bernilai jual tinggi. Wilayah Muara Enim sendiri dikenal memiliki agroklimat yang cocok untuk komoditas buah unggulan.
PPA berkomitmen terus mendorong program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi dan kolaborasi berkelanjutan. Dengan adanya greenhouse pintar ini, petani lokal tak lagi bergantung pada musim — mereka bisa menanam kapan saja, dengan hasil yang terukur.