KALIMANTAN TIMUR — Pemerataan akses listrik menjadi salah satu prioritas nasional yang digeber habis-habisan oleh PLN. Dalam lima tahun ke depan, perusahaan setrum pelat merah itu membidik angka fantastis: 10.068 lokasi baru harus tersambung ke jaringan listrik. Angka ini disampaikan langsung oleh VP Perencanaan Listrik Desa Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Sulmapana) PLN, Juli Sasmiharto.
“Di roadmap ada 10.068 lokasi yang menjadi target sampai 2029 yang harus kita aliri listrik. Ini berdasarkan permintaan Presiden [Prabowo] tahun lalu,” ungkap Juli dalam seminar daring bertajuk Stakeholder Consultation Penyusunan RUEN Regional Papua, Senin (6/7/2026).
Untuk mengejar target sebesar itu, PLN tidak akan membangun pembangkit baru di setiap lokasi. Strategi utama yang digunakan adalah grid extension atau perluasan jaringan. Metode ini menghubungkan desa-desa terpencil ke jaringan transmisi dan distribusi listrik nasional yang sudah ada.
Pendekatan ini dipilih karena dinilai lebih efisien dan cepat dibandingkan membangun pembangkit listrik mandiri di setiap desa. Dengan grid extension, stabilitas tegangan listrik juga lebih terjamin karena tersambung ke sistem kelistrikan yang lebih besar dan andal.
Target ambisius ini bukan tanpa dasar. PLN sebelumnya telah membuktikan kemampuan mereka dengan sukses melistriki 128 lokasi di Papua. Keberhasilan itu menjadi pijakan bagi Presiden Prabowo untuk memerintahkan percepatan elektrifikasi ke ribuan lokasi lain.
“Sebelumnya, di Papua itu ada 128 lokasi yang bisa kita selesaikan,” tambah Juli. Wilayah Papua dan Indonesia Timur memang menjadi sorotan utama karena rasio elektrifikasinya masih tertinggal dibandingkan Jawa. Dengan masuknya listrik, aktivitas ekonomi seperti usaha kecil, pendidikan, dan layanan kesehatan di desa-desa terpencil bisa berjalan lebih optimal.
Dampak dari program ini sangat konkret. Masyarakat yang sebelumnya mengandalkan lampu minyak atau genset berbahan bakar mahal kini bisa menikmati listrik 24 jam. Biaya operasional rumah tangga pun bisa ditekan, sementara produktivitas warga meningkat.
PLN kini tengah mematangkan peta jalan (roadmap) untuk memastikan 10.068 lokasi tersebut benar-benar tersambung tepat waktu. Tantangan medan, cuaca ekstrem, dan logistik di daerah terpencil menjadi pekerjaan rumah yang harus diurai. Namun, dengan komitmen penuh dari pemerintah dan eksekusi di lapangan, target elektrifikasi desa ini optimistis bisa tercapai.