KALIMANTAN TIMUR — Setelah sukses di Meksiko, Brasil, Australia, dan beberapa pasar global lainnya, BYD akhirnya membawa pikap andalannya ke Eropa. Peluncuran resmi dilakukan Rabu lalu di Inggris, menandai pertama kalinya pabrikan asal China itu menjajal segmen kendaraan niaga ringan di Benua Biru. BYD Shark dibanderol sekitar £47.290 sudah termasuk pajak, dengan pengiriman perdana dijadwalkan mulai akhir tahun ini.
Jantung pacu Shark adalah sistem Super Hybrid DMO (Dual Mode Off-road) yang mengombinasikan mesin bensin 1.500 cc empat silinder dengan dua motor listrik di depan dan belakang. Total tenaga mencapai 430 hp atau 436 PS dengan torsi 650 Nm. BYD mengklaim akselerasi 0-100 km/jam hanya 5,7 detik — angka yang biasanya hanya dimiliki mobil sport.
Baterai Blade 32,2 kWh yang diklaim terbesar di kelasnya menjadi kunci keunggulan Shark. Jarak tempuh listrik murni mencapai 55,9 mil (90 km) menurut siklus WLTP, lebih dari tiga kali lipat dibanding Ford Ranger PHEV yang cuma 27 mil. Konsumsi bahan bakar rata-rata diklaim 80,7 mpg atau setara 29,4 km/liter dalam kondisi hybrid.
Dari segi ukuran, BYD Shark sedikit lebih besar dari Ford Ranger. Panjang total 5.457 mm, lebar 1.971 mm, tinggi 1.925 mm, dengan jarak sumbu roda 3.260 mm. Pikap ini juga dibekali fast charging DC 55 kW yang mampu mengisi daya dari 30% ke 80% hanya dalam 21 menit.
Sistem penggerak all-wheel-drive cerdas dengan empat mode — Sand, Mud, Snow, dan Gravel — siap menemani aktivitas off-road. Kapasitas traksi mencapai 2.500 kg dan muatan maksimal 790 kg, cukup untuk kebutuhan kerja maupun rekreasi.
Di dalam kabin, BYD Shark menawarkan layar instrumen 10,25 inci dan layar sentuh tengah 15,6 inci — terbesar di kelasnya — yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel. Head-up display (HUD) juga tersedia sebagai standar. Fitur Vehicle-to-Load (V2L) 6,6 kW memungkinkan mobil memasok listrik ke peralatan kerja, laptop, atau bahkan mesin kopi di lokasi terpencil.
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyatakan bahwa pasar pikap plug-in hybrid “berkembang pesat” dan Shark menghadirkan “performa yang jauh melampaui pikap diesel tradisional dengan efisiensi terdepan di kelasnya.”