KALIMANTAN TIMUR — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat bicara soal SPBU Shell yang masih kosong bensin. Bukan karena izin impor yang ditarik, melainkan dugaan kuat dampak dari harga minyak dunia yang belum stabil. Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen Migas Laode Sulaeman di Karawang, Kamis (9/7/2026).
Laode menjelaskan, saat ini Shell sudah mulai menjual solar atau diesel setelah membeli bahan bakar dari Pertamina. Pembelian itu terjadi setelah Ditjen Migas memfasilitasi pertemuan antara kedua badan usaha.
“Saya enggak tahu. Bisa juga dia enggak jualan karena harga [minyak dunia] kan lagi enggak stabil. Itu kan cerita lama [soal dugaan izin impor tidak diberikan],” ujar Laode kepada wartawan.
Pernyataan Laode sekaligus meredam isu yang sempat beredar bahwa Shell tidak bisa menjual bensin karena izin impornya diblokir pemerintah. Ia menegaskan, tidak ada satu pun regulasi dari Kementerian ESDM yang menyulitkan operator SPBU swasta tersebut.
“Itu cerita lama,” tegasnya, merujuk pada spekulasi yang berkembang di publik soal hambatan perizinan.
Bagi pengguna kendaraan roda empat yang biasa mengisi bensin di SPBU Shell, situasi ini jelas membatasi pilihan. Meski solar sudah tersedia, pengemudi mobil bensin harus mencari SPBU lain atau beralih sementara ke Pertamina. Belum ada kepastian kapan Shell akan kembali menjual bensin jenis RON 92 (Super) atau RON 95 (V-Power).
Hingga berita ini diturunkan, Shell Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jadwal pengisian ulang stok bensin di SPBU mereka. Konsumen disarankan memantau aplikasi resmi Shell atau menghubungi call center untuk informasi stok terkini.