PENAJAM — Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memiliki peran vital dalam menjaga harmoni masyarakat di Kalimantan Timur. Menurutnya, keberadaan forum ini bukan sekadar simbol, melainkan garda terdepan yang mencegah potensi perpecahan dan mempererat persaudaraan antarumat beragama.
"FKUB memiliki peran vital dalam mencegah potensi perpecahan sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kaltim. Keberagaman yang kita miliki adalah kekuatan yang harus terus dijaga," ujar Seno Aji di hadapan para peserta Rakorda.
Kegiatan yang mengusung tema "Perkuat Sinergi dalam Merawat Kerukunan dan Keberlangsungan IKN Menuju Indonesia Emas 2045" ini dinilai Wagub sebagai ruang strategis, bukan sekadar agenda tahunan. Forum ini menjadi ajang memperkuat sinergi antar-FKUB di tingkat kabupaten dan kota se-Kaltim.
Seno Aji mencontohkan keberhasilan FKUB Kutai Barat yang bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah saat mengawal kunjungan Ustaz Abdul Somad. Komunikasi yang terjalin baik dinilai mampu menjaga kondusivitas daerah.
Menyoroti pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Seno Aji menyampaikan bahwa pembangunan fisik IKN harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritual dan kehidupan beragama. Hal ini dinilai penting untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis di Ibu Kota Negara yang baru.
Sebagai bentuk komitmen, Wagub menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan rumah ibadah bagi seluruh pemeluk agama. "Jangan sampai ada satu agama pun yang merasa dikesampingkan. Semua harus mendapatkan perhatian yang sama sebagai bentuk keadilan," tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, motivasi dari pemerintah provinsi menjadi pelecut bagi daerah untuk terus memperkuat sinergi dan merawat nilai-nilai kebersamaan.
"Beliau mengapresiasi kemampuan FKUB di Kaltim dalam menghadirkan kesejukan di daerah masing-masing. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi," tutur Nanang.
Nanang berharap, setelah Rakorda ini, semangat toleransi yang telah terjalin semakin kuat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang, khususnya di Kabupaten Kutai Barat, demi menjaga kedamaian di tengah keberagaman yang terus berkembang.