KALIMANTAN TIMUR — Forum bertajuk Bridging Global Investment and Local Expertise ini berlangsung di Grand Ballroom, Four Seasons Hotel Jakarta, dan menghadirkan sejumlah pembicara dari lembaga indeks global, edukator pasar modal, hingga manajer investasi. Para pembicara sepakat bahwa pemahaman atas konteks pasar global dan karakteristik aset menjadi kunci sebelum investor menentukan alokasi modal.
Fondasi Investasi: Clarity, Choice, dan Conviction
Chief Operating Officer IDN, William Utomo, menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk memperluas wawasan investor, khususnya generasi berikutnya, dalam mengambil keputusan. Menurutnya, investor perlu memahami ke mana arah pergerakan dunia dan modal, melihat opsi yang tersedia, serta memiliki keyakinan dalam mengalokasikan dana.
“Investor perlu memahami ke mana dunia dan modal bergerak, melihat pilihan yang tersedia, serta memiliki keyakinan untuk mengalokasikan modal dengan tujuan yang jelas,” ujar William dalam keterangannya di forum tersebut.
Pasar Indonesia Menarik dari Sisi Fundamental, Investor Asing Mulai Melirik
Director of Global Exchange Indices S&P Dow Jones Indices, Sean Freer, menyoroti posisi bursa saham Indonesia dalam peta investasi global. Ia menilai valuasi dan fundamental pasar domestik masih menarik dibandingkan negara lain, sebuah sinyal yang mulai menarik perhatian investor institusional asing.
“Dalam melihat pasar Indonesia, penting untuk tidak hanya berfokus pada pergerakan jangka pendek. Dari sisi fundamental, pasar Indonesia menawarkan karakteristik yang menarik dalam konteks global,” jelas Sean.
ETF dan Diversifikasi: Alternatif Alokasi di Pasar Global
Selain saham langsung, investor kini memiliki jembatan untuk menjangkau aset di luar negeri. Pandeka Perkasa, Global ETF & US Stocks Educator, menekankan bahwa diversifikasi tidak lagi sekadar membeli beberapa saham lokal, melainkan mempertimbangkan instrumen seperti ETF yang memberi eksposur ke berbagai bursa global, mulai dari Amerika Utara hingga Australia.
“Investor perlu cukup bijak untuk melakukan diversifikasi. Dengan jumlah dana yang sama, kita memiliki pilihan untuk menentukan ke mana modal akan dialokasikan, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke berbagai pasar di luar Indonesia,” kata Pandeka.
Ia menambahkan, semakin luasnya pilihan investasi harus diimbangi pemahaman atas karakteristik risiko masing-masing pasar. Dengan begitu, diversifikasi berjalan selaras dengan tujuan dan profil risiko investor.
Disiplin dan Perhitungan Jadi Pembeda Investor vs Trader
Di tengah godaan keuntungan jangka pendek, Founder and Chief Investment Officer Stockwise, Andry Hakim, mengingatkan pentingnya pendekatan berbasis nilai. Dalam sesi bertajuk The Value Investing Mindset: Calculate, Be Patient, Win Big, ia memaparkan bahwa investor perlu membedakan secara jelas antara aktivitas investasi dan trading.
Menurut Andry, setiap posisi yang diambil harus ditentukan sejak awal berdasarkan riset dan perhitungan yang matang, bukan sekadar mengikuti sentimen pasar. Disiplin dalam menunggu waktu yang tepat menjadi faktor penentu keberhasilan dalam strategi ini.
Forum ini turut dihadiri peserta dari beragam latar belakang, termasuk pelaku sektor keuangan, media, teknologi, hingga mahasiswa. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat menjadi bekal bagi investor domestik untuk lebih percaya diri dalam mengelola aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.