Microsoft Akhirnya Sertakan Kernel Linux Asli di Windows, Ubah Haluan Total dari Era "Cancer"

Penulis: Ridho Pratama  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 01:12:01 WIB
Microsoft merilis Microsoft Coreutils yang menyertakan kernel Linux asli dan utilitas baris perintah Unix ke dalam sistem operasi Windows.

KALIMANTAN TIMUR — Microsoft akhirnya memenuhi janji integrasi Linux di Windows dengan cara yang paling fundamental. Lewat paket Microsoft Coreutils yang dirilis sebagai unduhan first-party, raksasa Redmond itu menyematkan kernel Linux dan utilitas baris perintah Unix asli langsung ke dalam sistem operasi Windows. Ini bukan sekadar alias atau emulasi — perintah seperti ls, cat, dan grep kini berjalan sebagai biner Linux sesungguhnya di atas kernel yang sama.

Dari "Kanker" Jadi Tulang Punggung

Transformasi ini mencengangkan bila mengingat sejarahnya. Pada 2001, mantan CEO Steve Ballmer menyebut Linux sebagai "kanker" yang mengancam model bisnis Microsoft. Kini, dua dekade lebih kemudian, perusahaan yang sama justru mengintegrasikan teknologi yang pernah dimusuhinya sebagai fitur inti Windows.

Perubahan ini bukan kejutan total. Microsoft sudah merilis WSL, Visual Studio Code versi Linux, dan Azure yang berjalan di atas Linux. Namun, menyertakan kernel Linux asli di dalam Windows — tanpa perlu VM atau subsistem — adalah langkah yang sebelumnya dianggap mustahil oleh banyak pengamat industri.

Cara Kerja dan Perbedaan dengan WSL

Sebelumnya, perintah Linux di PowerShell bekerja lewat alias yang menunjuk ke cmdlet PowerShell. Itu bukan Unix asli — hanya tiruan sintaks. Dengan Microsoft Coreutils, file biner Linux yang sebenarnya diinstal ke dalam sistem. Namun, ada satu tantangan: PowerShell tidak otomatis menyerahkan kendali ke biner baru ini. Pengguna perlu mengatur ulang prioritas eksekusi atau menggunakan terminal yang kompatibel agar perintah Linux benar-benar dipanggil, bukan alias PowerShell.

Berbeda dengan WSL yang menjalankan distribusi Linux penuh di lingkungan terisolasi, pendekatan baru ini lebih ringan. Kernel dan utilitas berjalan langsung di atas kernel Windows, memungkinkan eksekusi perintah tanpa overhead memori dan CPU yang biasa terjadi pada WSL.

Dampak untuk Pengguna Indonesia

Bagi developer, data scientist, dan sysadmin di Indonesia yang sering berpindah antara Windows dan Linux, ini adalah terobosan besar. Tidak perlu lagi dual-boot, virtual machine, atau mengorbankan performa demi kompatibilitas. Perintah dasar Linux bisa dijalankan langsung dari Command Prompt atau PowerShell — tanpa instalasi tambahan.

Pengguna awam mungkin tidak langsung merasakan manfaatnya. Tapi bagi mereka yang bekerja dengan server Linux, container Docker, atau tools open-source, kemampuan menjalankan skrip shell native tanpa hambatan berarti efisiensi waktu yang signifikan.

Ketersediaan dan Cara Mendapatkan

Paket Microsoft Coreutils tersedia sebagai unduhan gratis dari situs resmi Microsoft atau melalui Windows Package Manager (winget). Pengguna Windows 10 versi 2004 ke atas dan Windows 11 sudah kompatibel. Microsoft belum memberikan jadwal rilis untuk fitur ini di Windows Server, namun kemungkinan akan menyusul di pembaruan berikutnya.

Ini bukan sekadar fitur tambahan. Ini adalah pengakuan eksplisit bahwa ekosistem Linux telah menjadi fondasi komputasi modern — dan Microsoft, yang dulu paling vokal menentangnya, kini memilih untuk bergabung daripada melawan.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top