SURABAYA — Kalimantan Timur tidak sekadar ikut meramaikan Kejurnas Junior Bola Tangan 2026. Kontingen asuhan pelatih Dwi Chandra Hariwibowo itu membawa ambisi besar: memulangkan gelar juara umum dari GOR Universitas Negeri Surabaya.
Kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung 3–8 Agustus 2026 ini akan diikuti 32 atlet Kaltim, dengan komposisi seimbang 16 putra dan 16 putri. Mereka akan turun di dua kategori sekaligus, yakni indoor dan beach handball.
Keputusan untuk bertarung di dua nomor sekaligus bukan tanpa perhitungan. Dwi Chandra menilai kedalaman skuad yang dimiliki saat ini cukup untuk bersaing dengan kontingen-kontingen kuat dari Pulau Jawa.
"Kami menargetkan bisa meraih gelar juara di kategori indoor maupun beach. Dengan materi pemain yang kami miliki saat ini, kami optimistis dapat bersaing dan berharap mampu menjadi juara umum," ujar Dwi Chandra, Jumat (31/7/2026).
Meski optimistis, tim pelatih tidak menutup mata pada potensi persaingan ketat. Di sektor putra, Dwi Chandra memetakan setidaknya empat provinsi yang diprediksi menjadi pesaing terberat.
Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah disebut memiliki kekuatan yang relatif merata. Keempatnya selama ini konsisten melahirkan pemain-pemain berkualitas di level nasional.
Sementara di sektor putri, kewaspadaan tertuju pada DKI Jakarta dan Jawa Timur. Dua daerah ini dinilai memiliki pembinaan atlet bola tangan putri yang selama ini berjalan baik dan berkesinambungan.
Bagi para atlet putra, ajang ini memiliki nilai lebih dari sekadar perebutan medali. Kejurnas Junior tahun ini sekaligus menjadi wadah pemantauan bagi pemain-pemain muda yang berpeluang memperkuat tim nasional Indonesia.
Konsekuensinya, setiap pertandingan akan berjalan dengan intensitas tinggi. Setiap pemain dipastikan tampil habis-habisan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para pemantau.
"Dengan persiapan yang cukup matang, berharap mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik dari ajang Kejurnas Junior Bola Tangan 2026," pungkas Dwi Chandra.