KALIMANTAN TIMUR — Keputusan penundaan ini diambil setelah kondisi rumput di kandang Celta Vigo, Abanca Balaidos, mengalami kerusakan parah akibat serangan jamur. Kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah Galicia dalam beberapa pekan terakhir juga disebut memperlambat proses pemulihan rumput, sehingga permukaan lapangan semakin memburuk dan tak memenuhi standar untuk menggelar pertandingan profesional.
La Liga, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa keputusan ini diambil bersama oleh kedua klub dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). "LaLiga, berkoordinasi dengan kedua klub dan RFEF, setuju untuk menunda pertandingan antara Celta dan CA Osasuna yang dijadwalkan Minggu depan di Abanca Balaidos karena masalah yang mempengaruhi rumput stadion, yang saat ini tidak layak untuk sepak bola," demikian bunyi pernyataan resmi liga.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Celta Vigo yang seharusnya memulai musim baru dengan laga kandang. Masalah kualitas rumput di Balaidos sebenarnya bukan hal baru. Stadion yang juga menjadi markas bagi tim lain di kota tersebut kerap menghadapi tantangan perawatan lapangan, terutama di awal musim ketika cuaca ekstrem kerap melanda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggal resmi yang diumumkan untuk pertandingan pengganti. Pihak penyelenggara dipastikan akan mencari slot waktu yang tepat di tengah padatnya kalender kompetisi. Yang jelas, baik Celta Vigo maupun Osasuna harus menunggu kepastian jadwal baru dari La Liga setelah kondisi lapangan dinyatakan pulih sepenuhnya.
Bagi Celta Vigo, penundaan ini setidaknya memberi waktu ekstra bagi tim untuk mempersiapkan diri, sekaligus memberi kesempatan bagi tim perawatan lapangan untuk melakukan perbaikan total. Sementara itu, Osasuna dipastikan harus mengubah rencana perjalanan mereka ke Vigo dan menunggu arahan lebih lanjut dari pihak liga.