BALIKPAPAN — Personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur bergerak cepat menangani lima titik kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di empat kabupaten pada Jumat (28/08/26). Langkah ini diambil menyusul munculnya titik api di Kutai Barat, Paser, Kutai Kartanegara, dan Berau, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan kondisi medan dan karakteristik lahan di masing-masing lokasi.
Kebakaran terbesar dilaporkan terjadi di Kabupaten Paser, di mana lahan gambut seluas kurang lebih 10 hektare di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, ikut terbakar. Lokasi tersebut berada berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit milik warga, sehingga personel melakukan pemadaman dan pengisolasian secara intensif untuk mencegah api merambat.
Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon C Pelopor diterjunkan ke lokasi di Desa Tepian Batang. Kondisi lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan membuat upaya pemadaman dilakukan lebih ekstra dibandingkan lahan mineral.
"Respons cepat dan kesiapsiagaan personel di lapangan merupakan bentuk nyata bakti Brimob untuk masyarakat. Kami terus berkomitmen untuk hadir dan bergerak cepat dalam menangani setiap titik Karhutla, sehingga api dapat segera dilokalisir dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalisir," tegas Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno, S.I.K., M.H.
Di Kabupaten Kutai Barat, Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor melakukan pemantauan di RT 06 Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai. Kebakaran menghanguskan vegetasi hutan seluas kurang lebih 2 hektare, dan meski lokasinya cukup jauh dari permukiman, personel tetap mengisolasi titik api agar kobaran tidak meluas.
Penanganan serupa dilakukan di Kampung Muara Eheng, Kecamatan Damai. Dipimpin Iptu Nurman Syarif, S.H., tim yang terdiri dari tiga personel Brimob dan empat personel BKO Polres Kutai Barat berhasil memadamkan kebakaran vegetasi hutan seluas kurang lebih 1 hektare.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara, personel Batalyon A Pelopor yang tergabung dalam Satgas Karhutla menangani kebakaran di Kelurahan Ambarawang Laut, Kecamatan Samboja. Penanganan yang dipimpin Ipda I Ketut Ngardi Sentana, S.A.P., dimulai pukul 15.50 WITA dengan melakukan pemadaman dan pelokalisiran area terdampak.
Personel BKO Sat Brimob yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II juga berhasil memadamkan kebakaran lahan gambut seluas 2,5 hektare di Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai. Api yang berada di dekat perkebunan kelapa sawit tersebut berhasil dihentikan sebelum merambat ke area warga.
Sementara itu di Kabupaten Berau, Tim Respons Bencana Kompi 3 Batalyon C Pelopor melakukan koordinasi penanganan di Jalan Ahmad Yani, Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur. Kebakaran melanda area hutan dan perkebunan warga seluas kurang lebih 3 hektare yang berada dekat dengan permukiman, sehingga personel segera mengamankan dan mengisolasi titik api untuk mencegah kobaran menjalar ke rumah warga.
Kombes Pol Ronny menambahkan, sinergi antara Sat Brimob Polda Kaltim, Polres jajaran, personel BKO, serta unsur terkait menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla. Setiap personel di lapangan diarahkan untuk melakukan pemantauan dan penanganan secara terukur dengan memperhatikan potensi penyebaran api.
Kesiapsiagaan ini menjadi krusial mengingat wilayah Kalimantan Timur memiliki kawasan hutan, perkebunan, dan lahan gambut yang rawan terbakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah.