Warga 5 Kabupaten/Kota di Kaltim Keluhkan Pemadaman Listrik 2-12 Jam, PLN Sebut 4 Pembangkit Gangguan

Penulis: Taufik Rahman  •  Rabu, 16 September 2026 | 19:16:01 WIB
Warga di lima kabupaten/kota Kalimantan Timur melaporkan pemadaman listrik berulang dengan durasi 2–12 jam.

SAMARINDA — Laporan yang dihimpun dari Instagram, Facebook, dan TikTok per 15 September 2026 menunjukkan pemadaman terjadi berulang di lima wilayah Kalimantan Timur. Warga tidak hanya mempertanyakan durasi, tetapi juga meminta kepastian jadwal dan transparansi kapasitas pasokan listrik.

Empat Pembangkit Dilaporkan Alami Gangguan

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, menyatakan sistem kelistrikan Kalimantan saat ini terganggu pada sejumlah pembangkit. Pembangkit yang dimaksud adalah PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.

"Sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan menyebabkan kemampuan pasokan listrik belum optimal," kata Meiryandi.

PLN menyebut tengah mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia dan berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat pemulihan. Pembangkit yang dalam proses pemulihan ditargetkan kembali beroperasi secara bertahap pada minggu ketiga hingga keempat September 2026.

PLN Tambah Pembangkit Sewa 288 Megawatt

Selain pemulihan, PLN mengupayakan percepatan penambahan pembangkit sewa. Tambahan itu meliputi Pembangkit Batulicin berkapasitas 10 megawatt, pembangkit sewa tahap pertama 158 megawatt, serta tahap kedua 120 megawatt.

"Seluruh proses pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit," ujar Meiryandi.

PLN juga mengimbau pelanggan menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada periode beban puncak. "PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," katanya.

Durasi Padam Bervariasi, Lok Bahu Hampir Tiap Hari

Di Samarinda, warga Jalan Pangeran Suryanata melaporkan listrik padam tiga jam pada 11 September. Keluhan serupa datang dari warga Loa Bakung, Sungai Kunjang, yang menyebut listrik mati berulang.

Warga KS Tubun Dalam melaporkan pemadaman empat jam pada Jumat siang dan tiga jam pada Sabtu sore. Wilayah Teluk Bayur Mangkupalas mengalami pemadaman dua jam pada 11 September.

Durasi lebih panjang dilaporkan dari Lok Bahu, Gang Taqwa. Warga menyebut listrik padam hampir setiap hari, dengan pola menyala sekitar dua jam lalu kembali mati lima hingga enam jam.

Pemadaman itu berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, kegiatan usaha, hingga koneksi internet. Sejumlah warga menuntut transparansi PLN, meminta kompensasi atas kerugian materil, serta mengusulkan pengelolaan listrik dan air dibuka kepada pihak swasta.

Tujuh Pertanyaan yang Belum Dijawab PLN

Penjelasan tertulis PLN belum menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan. PLN hanya memaparkan adanya gangguan pada sejumlah pembangkit. Berikut pertanyaan yang masih menunggu jawaban:

  • Penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Timur
  • Kondisi pasokan listrik dan kebutuhan beban puncak saat ini, apakah surplus atau defisit
  • Cadangan daya Sistem Mahakam yang diklaim surplus sekitar 349 MW, ke mana cadangan itu ketika terjadi defisit
  • Ada tidaknya kebijakan efisiensi atau pemotongan anggaran operasional dan pemeliharaan
  • Solusi dan target terukur PLN KLT menyelesaikan pemadaman bergilir
  • Kepastian pemberitahuan jadwal pemadaman bergilir yang selama ini sering meleset
  • Kompensasi bagi pelanggan yang menderita kerugian materil

Sejumlah warga berharap PLN membuka data kapasitas dan jadwal pemadaman secara berkala. Tanpa itu, pemadaman bergilir berpotensi terus memukul usaha kecil dan aktivitas harian warga di lima wilayah terdampak.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: selasar.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top