KALIMANTAN TIMUR — Menurut laporan AISI, total penjualan sepeda motor di Indonesia dari Januari hingga April 2026 mencapai 2.135.063 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana penjualan mencapai 2.089.953 unit. Meskipun data rinci mengenai segmen motor yang paling diminati konsumen tidak tersedia, segmen skutik masih mendominasi pasar dengan kontribusi sebesar 91,7%.
Dominasi Segmen Skutik di Pasar Motor
Berdasarkan rilis yang diterbitkan pada Januari 2026, motor skutik terus menjadi pilihan utama masyarakat. Sementara itu, segmen lain seperti motor underbone berkontribusi 4,46% dan tipe sport sebesar 3,51%. Sedangkan, sepeda motor listrik masih berada di bawah 1% dari total penjualan.
Dampak Geopolitik dan Ekonomi Terhadap Pasar Motor
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyoroti bahwa kondisi geopolitik global dapat mempengaruhi perekonomian dan pasar sepeda motor domestik. Ia menyatakan, "Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit." Sigit juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan kondisi cuaca akan sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Proyeksi Penjualan Motor 2026
AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor di Indonesia untuk tahun 2026 akan tetap solid meskipun ada tantangan yang dihadapi. Dukungan dari lembaga pembiayaan yang kuat diharapkan dapat mendorong realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik. Masyarakat diharapkan tetap optimis dalam menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis.
Dengan angka penjualan yang meningkat, produsen sepeda motor di Indonesia diharapkan dapat terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam, sambil tetap memperhatikan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pasar.