KALIMANTAN TIMUR — Suasana santai namun penuh antusiasme mewarnai penutupan TTJP 2026. Para peserta dari perusahaan jasa pertambangan, mitra industri, dan sponsor tampak menikmati permainan golf dengan latar panorama pesisir Bali. Tidak sekadar olahraga, acara ini dirancang sebagai ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih cair.
Sinergi di Luar Ruang Rapat
Wakil Ketua IV Pengembangan Organisasi dan Kemitraan Luar Negeri ASPINDO, Nanang Rizal Achyar, menegaskan bahwa fun golf menjadi penutup yang strategis. "Kami ingin TTJP tidak hanya menghadirkan diskusi bisnis, tetapi juga kebersamaan yang lebih erat," ujarnya.
Nanang menambahkan, antusiasme peserta selama seluruh rangkaian menunjukkan semangat industri untuk terus bertumbuh. "Hubungan antarperusahaan, asosiasi, dan stakeholder harus semakin solid," katanya.
Momentum Perkuat Kolaborasi Industri
Wakil Ketua III Pelatihan dan Sertifikasi ASPINDO, Agus Permadi, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting. "Komunikasi antarpelaku usaha menjadi lebih cair dan akrab. Kolaborasi tidak hanya dibangun di ruang rapat, tetapi juga melalui networking yang positif," jelas Agus.
Ia berharap semangat sinergi ini berlanjut ke pengembangan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. "Ini penting agar sektor jasa pertambangan Indonesia semakin kompetitif," tambahnya.
Kemeriahan dan Penghargaan Peserta
Kemeriahan acara semakin terasa dengan pengumuman pemenang pertandingan dan pembagian doorprize. Suasana keakraban mewarnai penutupan, sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian TTJP 2026 di Bali.
Sebagai informasi, TTJP 2026 mengusung tema "Accelerating the Mining Ecosystem: Market Trends, Operational Readiness, and Growth Pathways". Acara yang diselenggarakan ASPINDO bekerja sama dengan Majalah TAMBANG ini menghadirkan seminar, pameran, penghargaan Indonesia Mining Services (IMS) Awards 2025, networking session, hingga kegiatan olahraga.