KALIMANTAN TIMUR — Insiden berawal beberapa menit setelah pembukaan acara oleh Bupati Banyumas. Panitia membagikan merchandise kepada penonton di tribun VIP, memicu kerumunan dan pergerakan massal ke arah depan tribun. Struktur tribun kemudian goyang dan akhirnya ambruk, menyebabkan puluhan orang jatuh dan saling bertumpukan.
Korban Tersebar di Lima Rumah Sakit
Bupati Sadewo melalui pesan singkat, Minggu petang, merinci seluruh korban luka berat maupun ringan dirawat di RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, RS Orthopaedi, RSUD Prof Margono Soekarjo, dan RS Ananda. "Saya sedang keliling ke semua RS mengajak tim penyelenggara untuk menyambangi dan cek kondisi korban," kata Sadewo.
Prioritas utama saat ini, menurut dia, adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis. Total korban mencapai 75 orang, terdiri dari penonton yang mengalami luka akibat terjatuh atau tertimpa penonton lain saat tribun ambruk.
Kesaksian: Tribun Sudah Goyang Sejak Pembukaan
Korban bernama Falah mengaku tribun sudah terasa bergoyang sejak rangkaian pembukaan, saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. "Waktu acara pembukaan, saat menyanyikan Indonesia Raya, tribun itu sebenarnya sudah goyang," kata Falah yang duduk di bagian belakang tribun VIP kepada wartawan.
Menurut dia, setelah merchandise dilempar panitia, banyak penonton bergerak dan berebut. "Saat itu tribunnya bergerak," ujarnya. Beberapa saat kemudian tribun ambruk, menyebabkan penonton jatuh dan saling bertumpukan. Suasana panik terjadi, banyak yang berteriak meminta tolong, termasuk anak-anak di lokasi.
Korban lainnya, Bagus, menambahkan penonton di bagian atas tribun jatuh bersamaan sehingga saling bertumbukan. "Yang di sana akhirnya pada jatuh ke sini. Jadi saling tertumbuk-tumbuk," kata Bagus.
Polisi Periksa EO, Vendor, dan IMI
Polresta Banyumas masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab ambruknya tribun. Bupati Sadewo menyebut proses investigasi dilakukan dengan memeriksa berbagai pihak, mulai dari event organizer, vendor, panitia pelaksana, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI).
"Proses investigasi saat ini dilakukan oleh kepolisian dengan memeriksa berbagai pihak...untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya tribun VIP," kata Sadewo. Hingga Minggu petang, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara mengenai mekanisme pembangunan tribun atau standar keamanan yang diterapkan.
Insiden ini menjadi perhatian publik lantaran ajang drift speed yang dihadiri ratusan penonton itu berlangsung di tengah masa transisi kepemimpinan daerah. GOR Satria sendiri merupakan salah satu venue olahraga utama di Purwokerto yang kerap digunakan untuk kegiatan massal.