Pencarian

Meta Akui Restrukturisasi Divisi AI Berantakan, Janjikan Camilan dan Kestabilan Karier ke Karyawan

Selasa, 16 Juni 2026 • 09:59:01 WIB
Meta Akui Restrukturisasi Divisi AI Berantakan, Janjikan Camilan dan Kestabilan Karier ke Karyawan
Meta mengakui restrukturisasi divisi AI menyebabkan ketidakpastian dan ketidakpuasan karyawan.

Kekacauan ini pertama kali terkuak lewat laporan WIRED pekan lalu yang mengungkap ketidakpuasan massal di unit Applied AI. Divisi yang berisi sekitar 6.500 insinyur dan manajer produk ini dibentuk dengan misi menggarap model AI generatif terbaru Meta. Namun, alih-alih mengerjakan proyek ambisius, banyak karyawan mengeluhkan tugas yang dianggap remeh dan monoton—salah satu dari mereka bahkan menyebut lingkungan kerja itu "seperti gulag."

Bosworth, loyalis lama Mark Zuckerberg, tidak menampik kekacauan tersebut. Dalam memo yang ditulis Senin lalu, ia mengakui bahwa manajemen telah "menggerogoti kepercayaan" karyawan terhadap nilai kontribusi mereka. "Kami mengacaukan struktur manajemen yang memberi Anda stabilitas, sementara perubahan strategi yang cepat—termasuk siklus perekrutan yang naik-turun—meninggalkan seluruh tim dalam ketidakpastian," tulis Bosworth seperti dikutip WIRED.

Manajer Tak Boleh Bawakan Lebih dari 20 Orang

Sebagai langkah perbaikan, Meta akan membatasi jumlah bawahan langsung (direct report) setiap manajer maksimal 20 orang. Kebijakan ini dirancang agar perhatian terhadap pengembangan karier setiap karyawan lebih personal. Manajer juga diminta untuk fokus pada tugas manajerial sebagai prioritas utama, bukan sibuk mengerjakan proyek independen.

Selain itu, Meta berjanji mengurangi frekuensi pergantian manajer yang kerap terjadi saat restrukturisasi. Perusahaan juga menyediakan alat "AI coaching" bagi karyawan yang ingin menggunakannya untuk mengembangkan diri.

Bosworth Salahkan Diri Sendiri, Tapi Tak Menyesali Keputusan Strategis

Menanggapi kritik tajam dari tim Applied AI, Bosworth mengaku bahwa dirinya dan para eksekutif lain kehilangan perspektif karyawan saat terburu-buru mengejar strategi besar, seperti bersaing di pasar alat coding berbasis AI. "Kami jelas melakukan pekerjaan yang atrocious dalam menjelaskan visi, memberi gambaran jelas soal dukungan karier, dan bagaimana perubahan ini akan berlangsung," tulisnya.

Meski demikian, Bosworth bersikukuh bahwa keputusan untuk menarik paksa karyawan ke tim AI demi mengejar kecepatan adalah langkah yang tepat. Ia bahkan mengingatkan bahwa ada kalanya karyawan harus bekerja di proyek yang "tidak terlalu memuaskan secara pribadi untuk sementara waktu" karena "pengorbanan kadang diperlukan."

Karyawan Kini Boleh Pindah ke Tim Lain

Kabar baik datang dari Maher Saba, VP yang memimpin Applied AI. Dalam memo terpisah Jumat lalu, Saba mengumumkan bahwa karyawan yang sebelumnya "dipaksa" bergabung ke divisinya kini diizinkan melamar ke posisi lain di Meta. "Ke depan, kami kembali ke bisnis seperti biasa dan memberi orang kebebasan untuk melamar peran yang menarik bagi mereka," ujar Saba.

Tim Applied AI sendiri saat ini fokus pada peningkatan kemampuan coding dan agen otonom dari model AI frontier Meta. Ke depannya, tim ini juga bisa merambah ke bidang keamanan siber, debugging, dan pengembangan produk.

Camilan dan Anggaran Perjalanan untuk Memperbaiki Suasana

Dalam upaya meningkatkan moral, Bosworth berjanji menjadikan Meta tempat kerja yang "menyenangkan." Perusahaan akan memperbaiki microkitchen—area istirahat dengan camilan dan minuman—serta menaikkan anggaran perjalanan dan acara sosial agar karyawan bisa lebih sering bertemu langsung.

"Saya berharap kita bisa menghidupkan kembali budaya terbaik yang dulu membuat kita bergabung dengan perusahaan ini," tutup Bosworth dalam memo tersebut.

Bagikan
Sumber: wired.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks