KALIMANTAN TIMUR — Setelah gagal menembus Piala Dunia 2026, PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir langsung mengarahkan bidikan ke Piala Dunia 2030. Salah satu kunci percepatan itu adalah agenda naturalisasi pemain keturunan yang tak pernah berhenti. Kini, dua nama baru dikabarkan bakal segera bergabung: Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Dua Striker Muda untuk John Herdman
Vickery, 20 tahun, saat ini memperkuat Macarthur FC di Liga Australia. Sementara Baker, 19 tahun, berkarier di Colorado Rapids yang berlaga di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Keduanya berposisi sebagai penyerang, dan disebut menjadi prioritas utama pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.
Herdman, yang juga menangani tim U-23, diyakini akan langsung memanfaatkan tenaga kedua pemain ini. "Jadi kita akan sangat kuat karena kita sudah punya Mathew Baker dan ada juga Doni Try Pamungkas. Kita punya Marcelino Ferdinan juga," ujar pengamat sepak bola Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Bung Ropan, di kanal YouTube pribadinya.
Laurin Ulrich Jadi Target Berikutnya
Setelah Vickery dan Baker, nama gelandang serang FC Magdeburg, Laurin Ulrich, menjadi target paling realistis. Pemain berusia 21 tahun itu saat ini dipinjamkan dari Stuttgart dan tampil di divisi dua Liga Jerman. Ropan menyebut PSSI sudah lama mengincar Ulrich.
"Kali ini saya akan bicara soal Laurin Ulrich. Kenapa saya bicara dia? Karena memang sudah sejak lama nama ini digembor-gemborkan bahwa dia menjadi salah satu bidikan," kata Ropan. Ia menambahkan, Ulrich sudah malang melintang di timnas junior Jerman, mulai dari U-17 hingga U-20, dan memiliki ketertarikan untuk menjadi WNI.
Dean Zandbergen: Mesin Gol dari Belanda
Tak berhenti di Ulrich, pengamat yang sama juga menyebut nama Dean Zandbergen sebagai kandidat berikutnya. Striker VV-Venlo, yang bermain di kasta kedua Liga Belanda, musim lalu sukses mencetak 15 gol. "Sangat gacor di lini depan dan kita akan tunggu Dean Zandbergen pasti sedang menanti untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia," ujar Ropan.
Jika semua proses berjalan mulus, keempat pemain ini berpotensi besar memperkuat Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup yang dimulai pada 21 September mendatang, serta Piala Asia 2027. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak hanya membangun tim untuk satu turnamen, melainkan untuk siklus panjang menuju Piala Dunia 2030.