Pencarian

Dilema Tuchel: Rashford atau Gordon, Guehi atau Konsa di Lini Belakang Inggris

Jumat, 19 Juni 2026 • 22:03:31 WIB
Dilema Tuchel: Rashford atau Gordon, Guehi atau Konsa di Lini Belakang Inggris
Thomas Tuchel mempertimbangkan opsi Rashford atau Gordon di lini depan Inggris.

KALIMANTAN TIMUR — Kemenangan 4-2 atas Kroasia di laga pembuka, Sabtu (17/6) di Dallas, menyisakan pekerjaan rumah bagi Tuchel. Meski serangan Inggris tampil trengginas, lini belakang menunjukkan celah yang bisa dieksploitasi lawan.

Dua posisi menjadi pusat perhatian: bek tengah dan sayap kiri. Di lini depan, Rashford mencetak gol penutup kemenangan Inggris hanya 18 menit setelah masuk menggantikan Anthony Gordon yang tampil kurang meyakinkan. Di sisi lain, keputusan Tuchel memilih Ezri Konsa sebagai starter ketimbang Marc Guehi menuai kritik.

Konsa vs Guehi: Kepercayaan Tuchel Dipertaruhkan

Pemilihan Konsa bukanlah kejutan. Dari 15 laga Inggris di bawah Tuchel, bek Aston Villa itu telah tampil dalam 10 pertandingan—terbanyak ketiga setelah Jordan Pickford dan Harry Kane. Guehi baru tujuh kali menjadi starter dengan total 504 menit bermain.

Namun, Konsa sempat terlihat goyah saat Petar Musa mencetak gol penyeimbang kedua Kroasia. "Dia ketahuan keluar posisi," tulis analis BBC Sport Phil McNulty. Meski begitu, Tuchel disebut sangat mengagumi atribut fisik dan kemampuan bermain Konsa.

Kepercayaan Tuchel kepada John Stones yang berusia 32 tahun juga jadi sorotan. Mantan striker Inggris Chris Sutton bahkan mempertanyakan logika di balik pilihan tersebut. "Kenapa debatnya selalu Guehi untuk Konsa, bukan Stones untuk Guehi?" kata Sutton kepada BBC Sport. "Saya akan pasangkan Guehi dan Konsa karena mereka bek terbaik. Stones tidak punya klub untuk musim depan dan tidak memiliki atletisitas seperti dua bek lainnya."

Rashford Bangkit, Gordon Tertekan

Persaingan di sayap kiri juga memanas. Rashford yang masuk di babak kedua langsung menunjukkan taringnya dengan satu gol dan pergerakan berbahaya. Penampilan itu kontras dengan Gordon yang baru bergabung dengan Barcelona dan masih mencari ritme permainan.

Mantan kiper Inggris Paul Robinson menilai perubahan komposisi pemain akan terjadi, tapi bukan karena performa buruk. "Jika Inggris mencapai final, mereka akan main delapan laga dalam 32 hari. Tuchel percaya pada seluruh skuadnya, bukan hanya reputasi," ujar Robinson kepada BBC Sport.

Masalah Kolektif, Bukan Individu

Robinson menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap pertahanan Inggris berlebihan. "Kroasia adalah tim peringkat 11 dunia yang punya medali finalis dan semifinalis di dua Piala Dunia terakhir. Ini bukan kesalahan individu, tapi masalah unit yang bisa diperbaiki di latihan," jelasnya.

Yang jelas, laga melawan Ghana akan menjadi ujian pertama bagi Tuchel untuk membuktikan apakah ia akan bertahan dengan formula yang ada atau mengambil risiko dengan rotasi besar. Keputusan ini bisa menentukan nasib Inggris di turnamen yang baru dimulai.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks