SAMARINDA — Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mencanangkan langsung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya pendataan ekonomi secara menyeluruh yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dunia usaha, hingga masyarakat.
Amalia mengatakan, pelaksanaan sensus di Kaltim merupakan hasil sinergi antara BPS, Komisi X DPR RI, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Peran Strategis Data Ekonomi untuk Pembangunan Daerah
Menurut Amalia, sensus ekonomi memiliki peran strategis untuk memotret kondisi riil dunia usaha di Kalimantan Timur. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi landasan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.
“Dengan adanya sensus ekonomi ini tentunya akan menjadi pelita, menjadi kompas pembangunan untuk masa depan Provinsi Kaltim,” katanya dalam sambutan saat pencanangan.
3.000 Petugas Lapangan Telah Dibekali Pelatihan Khusus
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS mengerahkan lebih dari 3.000 petugas lapangan yang telah menjalani pelatihan khusus. Pendataan sendiri telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Amalia menegaskan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada kerja petugas di lapangan. Partisipasi aktif masyarakat, terutama para pelaku usaha, menjadi faktor penting agar data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.
Harapan BPS: Pelaku Usaha Wajib Memberikan Data Jujur
Ia berharap masyarakat memberikan informasi secara jujur, lengkap, dan akurat saat proses pendataan berlangsung. Dengan begitu, hasil sensus dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Semoga didukung juga oleh masyarakat dan para pengusaha dengan memberikan informasi sejujur-jujurnya supaya nanti informasi yang ada dapat dimanfaatkan untuk membuat kebijakan yang lebih tepat guna dan tepat sasaran bagi kepentingan ekonomi Kalimantan,” pungkasnya.