KALIMANTAN TIMUR — Keberhasilan perseroan mengelola aset emas dan memperluas basis nasabah menjadi pendorong utama lonjakan laba tersebut. Hingga Mei 2026, total emas yang dikelola Pegadaian mencapai 153,72 ton, di mana 20 ton di antaranya merupakan titipan tabungan emas dari sekitar 23 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Penghargaan Adinata Syariah 2026 untuk Kinerja Bullion Banking
Atas pencapaian tersebut, Pegadaian menerima penghargaan Outstanding in Islamic Bullion Banking and Business Growth dalam gelaran Anugerah Adinata Syariah 2026. Acara yang digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan ini merupakan kerja sama CNN Indonesia dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Trans Media Latif Harnoko dan diterima langsung oleh perwakilan PT Pegadaian. Anugerah Adinata Syariah 2026 juga memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi yang aktif mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, serta para mitra pendukung ekosistem ekonomi syariah dari berbagai kategori.
Unit Syariah Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Sejak resmi membuka layanan bullion services atau bank emas dengan skema syariah pada 2026, unit bisnis syariah Pegadaian menunjukkan akselerasi signifikan. Kinerja pembiayaan syariah yang tumbuh 16 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 berkontribusi langsung terhadap performa keuangan impresif perseroan.
Keberadaan bank emas syariah memungkinkan Pegadaian tidak hanya menjual dan menyimpan emas, tetapi juga mengelola logam mulia dalam skema yang sesuai prinsip syariah. Hal ini memperkuat posisi perseroan di segmen ekonomi syariah yang terus tumbuh di Indonesia.
Sinergi Pemerintah dan Media untuk Literasi Syariah
Anugerah Adinata Syariah 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan media massa dalam mengampanyekan literasi serta inklusi keuangan syariah di Tanah Air. Acara ini dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Hadir pula Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta kepala daerah dan petinggi perusahaan terkemuka dari berbagai provinsi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan dukungan luas terhadap pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.