KALIMANTAN TIMUR — Kepastian ini diumumkan City pada Kamis (4/6) waktu setempat, sekaligus mengakhiri spekulasi panjang soal suksesor Guardiola. Maresca bukan wajah baru di lingkungan biru langit—ia pernah menjabat asisten pelatih saat City meraih treble pada musim 2022-23 dan menangani Skuad Pengembangan Elite pada 2020-21.
Mengapa City Pilih Maresca?
Petinggi City menilai kedalaman pengetahuan Maresca tentang seluk-beluk klub menjadi modal utama. Filosofi penguasaan bola yang diusungnya juga dinilai sejalan dengan skuad yang ada saat ini.
“Manchester City adalah klub yang saya kenal dengan sangat baik. Bagi seorang manajer, ini situasi impian karena segala hal di sini inovatif, terencana, dan punya tujuan jelas,” ujar Maresca dalam pernyataan resmi di situs klub.
Proses Negosiasi yang Berlarut dengan Chelsea
Perjalanan menuju penunjukan ini tidak mulus. Maresca sebelumnya menangani Chelsea sejak musim panas 2024 dengan kontrak lima tahun, namun meninggalkan Stamford Bridge pada Januari lalu. Negosiasi kompensasi antara kedua klub berlangsung alot hingga akhirnya disepakati angka sekitar £17 juta untuk Chelsea.
Selama di London, Maresca sempat mempersembahkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub edisi terbaru. Namun masa kerjanya tetap berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.
Target Instan: Evaluasi Skuad Sebelum Tur Pramusim
Maresca dijadwalkan mulai menangani tim utama pekan depan. Waktu yang tersedia sangat singkat sebelum tur pramusim dimulai, sehingga ia harus cepat mengevaluasi materi pemain.
“Saya tidak sabar mulai melatih para pemain. Kita harus menang, memainkan sepak bola bagus, dan menikmati tekanan mewakili Manchester City,” tambahnya.
Warisan Guardiola dan Tantangan ke Depan
Maresca mewarisi skuad yang telah memenangkan segalanya di bawah Guardiola, termasuk gelar Liga Champions pertama klub. Beban ekspektasi jelas tinggi, namun manajer 45 tahun itu diyakini memiliki karakter yang tepat untuk mempertahankan standar tersebut.
City dijadwalkan memulai musim 2026-27 dengan ambisi merebut kembali gelar Liga Premier. Dukungan penuh dari petinggi klub pun sudah dijamin untuk memuluskan transisi kepemimpinan di Etihad.