Pencarian

BMKG Balikpapan Prediksi Kemarau Kaltim Bertahan hingga Oktober 2026, Waspada Karhutla di Pesisir dan Tengah

Sabtu, 19 September 2026 • 05:17:31 WIB
BMKG Balikpapan Prediksi Kemarau Kaltim Bertahan hingga Oktober 2026, Waspada Karhutla di Pesisir dan Tengah

BALIKPAPAN — Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Ilham Rosihan Fachturoni, menyatakan dominasi cuaca kering masih menyelimuti mayoritas wilayah Kaltim hingga akhir September dan berlanjut ke Oktober. Angin segar yang membawa hujan baru diperkirakan masuk pada November hingga Desember.

"Prediksi BMKG, kemarau bisa bertahan sampai Oktober. Angin segar baru kita harapkan pada November hingga Desember, saat Monsun Baratan atau Monsun Asia mulai masuk ke Kaltim untuk menambah curah hujan," ujar Ilham di Balikpapan.

El Nino Kuat Berulang Setiap Dekade

Fenomena El Nino yang melanda saat ini tercatat sebagai salah satu yang terkuat dalam kurun 100 tahun terakhir secara historis. Ilham menyebut pola tersebut memiliki siklus sepuluh tahunan.

"Jika melihat historisnya, fenomena ini memiliki siklus 10 tahunan. Terakhir kali El Nino kuat terjadi pada tahun 2015 lalu, dan kemungkinan memang berulang setiap dekade," ujarnya.

Dampaknya, awal musim hujan di Kaltim berpotensi mengalami penundaan. Warga di kawasan pesisir dan tengah perlu bersiap menghadapi periode kering yang lebih panjang dari biasanya.

Berau dan Mahakam Ulu Relatif Lebih Basah

Kondisi cuaca di Kaltim tidak sepenuhnya seragam. BMKG mencatat wilayah bagian utara dan barat, seperti Kabupaten Berau dan Kabupaten Mahakam Ulu, secara relatif akan sedikit lebih basah dibandingkan wilayah pesisir dan bagian tengah.

"Dinamika atmosfer di wilayah utara dan barat masih mendukung terjadinya pembentukan awan hujan. Untuk sepekan ke depan, peluang hujan di kawasan barat dan utara masih ada, sementara di kawasan tengah dan pesisir potensinya relatif kecil. Kalaupun ada, sifatnya hanya hujan ringan dan lokal," jelas Ilham.

Ancaman Karhutla Meningkat di Puncak Kemarau

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih tinggi selama masa puncak kemarau ini.

Wilayah pesisir dan tengah Kaltim yang curah hujannya minim menjadi titik paling rawan. Pemerintah kabupaten dan kota di kawasan tersebut diminta menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pemantauan titik panas hingga penyediaan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: eksposkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks