Pencarian

TN Bantimurung-Bulusaraung Maros Tawarkan Wisata Alam dan Konservasi

Minggu, 20 September 2026 • 12:52:01 WIB
TN Bantimurung-Bulusaraung Maros Tawarkan Wisata Alam dan Konservasi

KALIMANTAN TIMUR — Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menyimpan kekayaan kupu-kupu endemik hingga bentang karst yang diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Kawasan konservasi ini memadukan wisata alam, edukasi, dan pelestarian lingkungan dalam satu pengalaman kunjungan. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai kawasan ini punya daya tarik wisata kelas dunia.

Kawasan konservasi seluas ribuan hektare di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, ini dikenal sebagai "The Kingdom of Butterfly". Julukan itu bukan tanpa alasan. Bantimurung menjadi habitat bagi berbagai spesies kupu-kupu, termasuk jenis langka dan endemik Sulawesi.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut taman nasional ini memiliki beragam keunggulan dan daya tarik wisata kelas dunia. Ia berharap kawasan ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi yang indah, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

"Saya berharap Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang indah, tetapi juga menjadi contoh konkret pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Daya Tarik Utama: Kupu-Kupu hingga Karst Geopark

Keanekaragaman kupu-kupu menjadi ikon utama kawasan ini. Bantimurung telah lama dikenal sebagai pusat penelitian dan konservasi kupu-kupu di Indonesia, dengan puluhan spesies yang terbang bebas di sekitar air terjun dan jalur setapak.

Bentang alam karst yang luas memperkuat karakter kawasan. Tebing-tebing karst khas Maros-Pangkep ini telah mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark, menjadikannya bagian penting dari kekayaan geologi Sulawesi Selatan.

Kawasan konservasi ini juga menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik. Kera hitam Sulawesi (Macaca maura) dan kuskus beruang termasuk satwa yang bisa dijumpai di dalam taman nasional.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Menyusuri jalur trekking menuju air terjun dan tebing karst
  • Menjelajahi gua alam dengan stalaktit dan stalagmit, sebagian memiliki nilai arkeologi
  • Mengamati kupu-kupu dan satwa endemik di habitat aslinya
  • Berfoto di spot air terjun dan panorama karst
  • Mengikuti kegiatan edukasi konservasi bersama pemandu lokal

Fasilitas dan Standar Pelayanan

Ni Luh turut memeriksa sejumlah fasilitas yang tersedia bagi wisatawan saat kunjungannya pada Sabtu (19/9). Ia berdiskusi dengan pelaku usaha pariwisata lokal, pengelola kawasan, serta pemandu wisata.

Diskusi tersebut membahas strategi penguatan kapasitas pelaku pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat sekitar. Tujuannya agar warga semakin berperan dalam pengembangan pariwisata kawasan.

"Keamanan, keselamatan, dan kebersihan adalah fondasi utama sektor pariwisata. Fasilitas dasar seperti penandaan jalur evakuasi yang jelas dan ketersediaan kamar mandi yang bersih merupakan standar mutlak yang harus dijaga untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara," ujar Ni Luh.

Cara Menuju Lokasi

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung berada di Kabupaten Maros, sekitar 40 kilometer dari Kota Makassar. Perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memakan waktu kurang lebih satu jam dengan kendaraan pribadi atau sewa.

Wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi melalui jalan poros Maros, atau naik angkutan umum dari Terminal Daya Makassar menuju Maros. Informasi rute terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Tips Berkunjung

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat kupu-kupu aktif dan cuaca masih sejuk. Bawa alas kaki anti-slip karena jalur menuju air terjun dan gua bisa licin.

Patuhi aturan konservasi: jangan menangkap satwa, jangan menyentuh stalaktit di dalam gua, dan bawa kembali sampah Anda. Gunakan jasa pemandu lokal untuk gua dengan nilai arkeologi agar kunjungan lebih aman dan informatif.

Durasi ideal kunjungan adalah setengah hingga satu hari penuh untuk menjelajahi air terjun, gua, dan jalur kupu-kupu. Kawasan ini cocok untuk wisata keluarga, solo traveler, maupun rombongan edukasi sekolah.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: megapolitan.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks