Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur mendampingi petani cabai di tiga kabupaten sentra produksi menerapkan budi daya ramah lingkungan. Pendampingan difokuskan pada adopsi Pengendalian Hama Terpadu serta pemanfaatan pupuk hayati organik untuk menekan ketergantungan pada pupuk kimia. Program ini menyasar sentra produksi cabai di Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau.
SAMARINDA — Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan menyatakan pendampingan teknik budi daya ramah lingkungan penting untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus menekan ketergantungan petani kepada pupuk kimia. Program penguatan kapasitas kelompok tani hortikultura tersebut difokuskan pada adopsi prinsip Pengendalian Hama Terpadu.
Selain itu, petani dilatih memanfaatkan pupuk hayati organik berkualitas. Tim penyuluh lapangan dioptimalkan untuk memberikan bimbingan intensif, mulai dari meracik pestisida nabati hingga agen hayati.
Agen Hayati untuk Kendalikan Hama Gurem dan Penyakit Patek
Fahmi menyebut penggunaan agen hayati terbukti efektif menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem lahan maupun meninggalkan residu kimia berbahaya pada buah. Dua ancaman utama yang jadi perhatian adalah hama gurem serta penyakit patek.
"Penggunaan agen hayati terbukti efektif menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem lahan maupun meninggalkan residu kimia berbahaya pada buah," ujar Fahmi.
Pendekatan ini juga memangkas biaya operasional produksi cabai. Petani diajak menanam vegetasi refugia di sekitar areal pertanaman sebagai benteng alami penarik serangga pembasmi hama.
Sentra Produksi di Kutai Kartanegara, Paser dan Berau
Edukasi kesehatan tanaman hortikultura menyasar sejumlah sentra produksi cabai unggulan yang tersebar di Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau. DPTPH Kaltim memfasilitasi bantuan sarana produksi berupa bibit unggul, pupuk hayati, serta peralatan pengolahan tanah ramah lingkungan.
Menurut Fahmi, peningkatan mutu dan keamanan pangan produk cabai lokal menjadi kunci utama untuk menembus pasar ritel modern serta pasar ekspor nasional.
Ketahanan Tanaman Hadapi Cuaca Ekstrem
Sistem budi daya berkelanjutan dinilai meningkatkan ketahanan tanaman terhadap ancaman perubahan iklim dan fluktuasi cuaca ekstrem di daerah. Pemerintah daerah optimistis kelancaran pasokan cabai ramah lingkungan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi.
Sinergi bersama kelompok tani dan asosiasi hortikultura akan terus diperkuat demi memperluas cakupan pendampingan teknis program pertanian hijau secara merata.
"Kami berkomitmen mendampingi petani secara konsisten agar transformasi pertanian ramah lingkungan dapat terwujud secara berkelanjutan di Kalimantan Timur," ucap Fahmi.