BALIKPAPAN — Kinerja ekspor Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan peningkatan signifikan pada penghujung 2025. Nilai ekspor tercatat mencapai US$2,30 miliar atau tumbuh 36,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menyebut lonjakan tersebut ditopang oleh kenaikan ekspor sektor migas maupun nonmigas yang masing-masing meningkat 109,78 persen dan 30,86 persen.
Meski demikian, secara akumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025, total ekspor Kalimantan Timur tercatat sebesar US$21.098,77 juta. Angka ini mengalami penurunan 14,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Jika dibandingkan secara tahunan, ekspor total juga masih terkontraksi sebesar 4,67 persen, jelas Mas’ud dalam rilis resmi yang dikutip Kamis (5/2/2026).
Dari sisi komoditas, lonjakan terbesar berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani maupun nabati yang meningkat US$293,54 juta atau melonjak 246,24 persen. Bahan bakar mineral menempati posisi berikutnya dengan kenaikan US$175,37 juta atau 13,58 persen, sementara pupuk juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar US$37,36 juta atau 152,06 persen.
Di sisi lain, penurunan terdalam terjadi pada kelompok berbagai produk kimia yang turun US$15,31 juta atau 25,39 persen. Bahan kimia anorganik dan organik juga mengalami koreksi masing-masing sebesar US$1,95 juta dan US$0,99 juta.
Sepanjang 2025, bahan bakar mineral tetap menjadi komoditas utama ekspor nonmigas dengan kontribusi mencapai 77 persen. Selanjutnya disusul lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 13,82 persen serta pupuk dengan kontribusi 3,23 persen.
Dari aspek negara tujuan, Tiongkok masih mendominasi sebagai mitra dagang terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$6,64 miliar atau 34,85 persen dari total ekspor nonmigas Kalimantan Timur selama Januari–Desember 2025. India berada di posisi kedua dengan US$3,03 miliar atau 15,91 persen, disusul Filipina sebesar US$1,55 miliar atau 8,15 persen.
Khusus Desember 2025, ekspor ke Pakistan tercatat melonjak US$81,65 juta setelah sebelumnya tidak ada transaksi. India juga mencatat kenaikan US$62,39 juta atau 34 persen, sementara ekspor ke Uni Emirat Arab meningkat US$58,70 juta.
Berdasarkan sektor usaha, hasil pertambangan tetap menjadi penopang utama ekspor Kalimantan Timur dengan kontribusi 69,51 persen sepanjang 2025. Sektor industri menyumbang 20,66 persen, sedangkan migas berada di peringkat ketiga dengan porsi 9,72 persen.
Namun, jika dibandingkan dengan November 2025, seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor pertanian bahkan mengalami lonjakan tertinggi sebesar 580,65 persen, meskipun kontribusinya terhadap total ekspor masih relatif kecil, yakni 0,11 persen.
Sementara itu, Pelabuhan Balikpapan tercatat sebagai pintu keluar utama ekspor Kalimantan Timur pada Desember 2025 dengan nilai US$730,70 juta. Posisi berikutnya ditempati Pelabuhan Samarinda sebesar US$418,74 juta dan Pelabuhan Bonthan Bay sebesar US$361,96 juta.