Harga Cabai di Bontang Tembus Rp100 Ribu, Satgas Pangan Pastikan Stok Aman

Penulis: Redaksi  •  Senin, 23 Februari 2026 | 15:10:07 WIB

BONTANG – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Satreskrim Polres Bontang melakukan monitoring mendadak terhadap harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Induk Rawa Indah, Minggu (22/2/2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi praktik penimbunan di tengah lonjakan harga beberapa komoditas dapur.

Meskipun ditemukan kenaikan harga yang cukup signifikan pada cabai dan bawang, polisi memastikan bahwa stok barang di tingkat distributor maupun pedagang masih dalam kondisi aman.

Pantauan Harga: Cabai Rawit Melonjak Drastis

Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, berikut adalah perbandingan harga beberapa komoditas utama:

KomoditasHarga Normal (per Kg)Harga Terkini (per Kg)Status
Cabai RawitRp45.000 – Rp60.000Rp95.000 – Rp100.000Naik Tajam
Bawang MerahRp40.000 – Rp50.000Rp50.000 – Rp60.000Naik
Bawang PutihStabilStabilAman
Telur Ayam-Turun ± Rp2.000/piringTurun

Penyebab Kenaikan Harga

Kasat Reskrim Polres Bontang, Randy Anugerah, menjelaskan bahwa berdasarkan dialog dengan para pedagang, kenaikan harga ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan murni dinamika harga dari tingkat petani pascapanen.

“Kami hadir untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat. Satgas Pangan akan terus memantau distribusi agar tetap lancar dan konsumen terlindungi,” tegas Randy.

Komitmen Pengawasan Distribusi

Selain memantau harga, Satgas Pangan juga berfokus pada:

Kelancaran Distribusi: Memastikan pasokan dari luar daerah masuk ke Bontang tanpa hambatan logistik.

Pencegahan Spekulasi: Menindak tegas oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan menahan stok barang.

Stabilitas Kamtibmas: Menjamin situasi pasar tetap kondusif meski terjadi fluktuasi harga.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan, mengingat pasokan pangan secara umum di Kota Bontang masih sangat mencukupi.

Reporter: Redaksi
Back to top