Pencarian

Operator Swasta XLSMART Mulai Garap Ekspansi Jaringan ke Wilayah 3T Kaltim, Target Pulau Maratua hingga 16 Desa Blank Spot

Minggu, 14 Juni 2026 • 14:13:01 WIB
Operator Swasta XLSMART Mulai Garap Ekspansi Jaringan ke Wilayah 3T Kaltim, Target Pulau Maratua hingga 16 Desa Blank Spot
XLSMART mulai ekspansi jaringan ke wilayah 3T Kaltim dengan target 16 desa blank spot.

BALIKPAPAN — Langkah ekspansi ini menjadi strategi besar XLSMART setelah proses merger tiga operator rampung. Regional Network Optimization Kalimantan XLSMART, Ananta Aditya, mengungkapkan pihaknya tengah mempersiapkan integrasi jaringan, khususnya untuk Smartfren, sekaligus memperluas cakupan layanan di titik-titik yang selama ini minim akses telekomunikasi.

"Untuk ke depan memang kita persiapkan beberapa integrasi sinyal, khususnya untuk Smartfren. Saat ini masih dalam proses dan akan terus kami lakukan pengembangan," kata Ananta, Sabtu (13/6/2026).

Tantangan Geografis: BTS Tambahan dan Teknologi Satelit Jadi Solusi

Ananta menjelaskan, pembangunan jaringan di kawasan 3T memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan wilayah perkotaan. Akses geografis dan jarak antarlokasi yang ekstrem menjadi kendala utama karena untuk menghubungkan satu Base Transceiver Station (BTS) dengan BTS lainnya sering kali harus dibangun menara perantara di tengah jalur.

"Kalau di daerah-daerah 3T, salah satu tantangan terbesar adalah akses. Untuk menghubungkan satu BTS dengan BTS lainnya terkendala jarak. Karena itu, untuk mencapai area 3T sering kali perlu membangun BTS tambahan di tengah-tengah jalur tersebut," ujarnya.

Untuk mengatasi hambatan itu, XLSMART telah menyiapkan skema mitigasi. Salah satu andalannya adalah memanfaatkan teknologi satelit sebagai jalur transmisi jaringan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada kabel serat optik yang sulit dijangkau.

"Tapi sudah ada mitigasi. Jadi entah nanti menggunakan satelit untuk jalur transmisi, itu sudah masuk dalam perencanaan kami," tambah Ananta.

Dukungan Program USO BAKTI dan 16 Desa yang Masih Senyap

Pengembangan jaringan di wilayah 3T selama ini juga mendapat sokongan dari program Universal Service Obligation (USO) yang dijalankan pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Operator swasta pun turut mengembangkan jaringan secara mandiri untuk menyasar daerah-daerah yang belum tersentuh.

"Kalau di pemerintah ada yang namanya proyek USO dari BAKTI. Selain itu juga ada pengembangan yang dilakukan operator secara mandiri untuk menyasar area-area 3T," jelas Ananta.

Data BAKTI Komdigi mencatat masih ada 16 desa di Kalimantan Timur yang berstatus blank spot atau belum terjangkau sinyal telekomunikasi sama sekali. Sebanyak tujuh desa berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yaitu Kupang Baru, Muara Tiq, Muara Salung, Muara Kebaq, Muara Belinau, Muara Tubo, dan Muara Enggelam.

Lima desa lainnya berada di Kabupaten Berau: Panaan, Mapulu, Long Sului, Tabalar Ulu, dan Balikukup. Satu desa blank spot di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yakni Gerunggung, serta tiga desa di Kabupaten Mahakam Ulu yaitu Long Merah, Long Gelawang, dan Lirung Ubing.

Pulau Maratua: Dari BTS Pemerintah Menuju Layanan Komersial

Di Pulau Maratua sendiri, akses internet selama ini masih banyak ditopang oleh BTS USO milik BAKTI Komdigi serta layanan berbasis satelit. Kehadiran operator komersial seperti XLSMART diharapkan mampu memperkuat konektivitas digital sekaligus memberikan lebih banyak pilihan layanan bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan terluar Kalimantan Timur.

Bagikan
Sumber: pusaranmedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks